"GerakanSeribu Rupiah Perhari" Berbagi di Jumat Berkah


Bayu Tantra

Semarang, wawasanco  - Gerakan Seribu Rupiah Perhari Indonesia Berbagi, kembali melakukan aksi berbagi dengan sesama, Jumat (22/5/2020). Acara dilangsungkan di dekat patung kuda, Undip Tembalang.

Gerakan yang digagas oleh Listyarini Meitasari atau akrab dipanggil Metta Meita dan suaminya Bayu Tantra ini rutin dilakukan tiap minggu lewat kegiatan Jumat Berkah. Dalam kegiatan tersebut mereka membagikan bantuan berupa makanan siap saji untuk kaum dhuafa, khusus untuk hari ini selain makanan siap saji juga dibagikan sembako.

Mengingat kondisi Indonesia saat ini sedang pandemi sehingga dalam pembagiannya Metta menerapkan social distancing.

"Kami mengumumkan di group whatsapp kami, hari ini kita mau berbagi disini, dan anggota group kami minta untuk mendata tetangga kiri kanannya yang membutuhkan bantuan. Setelah mereka list, anggota tersebut mengambil bantuan tersebut di titik kumpul sehingga tidak terjadi pengumpulan massa yang banyak," kata Metta.

"Saat mengambil bantuan tersebut kita sudah tahu, anggota ini akan mengambil bantuan sebanyak yang sudah dia daftarkan sebelumnya. Jadi tinggal mengambil saja," lanjutnya.

Untuk program Jumat Berkah ini yang memproduksi semuanya pelaku UMKM yang tergabung dalam Gerakan Seribu Rupiah Perhari ini. "Kita mengutamakan kualitas artinya kita memberikan yang terbaik sehingga kemasan kita kasih yang baik juga. Ini merupakan bentuk kita menghargai pada orang yang kita beri dan untuk diri kita juga," ucap Metta.

Metta mengungkapkan kegiatan Gerakan Seribu Rupiah Perhari ini saat ini sudah diikuti ratusan orang, dan anggotanya berasal dari bermacam kalangan. "Ada yang pengusaha, pengacara, pejabat, karyawan bahkan sampai pelaku UMKM. Dan tidak hanya berasal dari Semarang saja namun ada juga donatur yang berasal dari luar Semarang," ungkapnya.

Program kerja Gerakan Seribu Rupiah Perhari Indonesia berbagi ini meliputi sembako untuk dhuafa dilakukan tiap satu bulan sekali, bina panti asuhan, tanggap bencana, pemberdayaan dhuafa, pemberdayaan UMKM serta Jumat Berkah rutin dilakukan setiap minggu sekali.

Untuk Sembako Dhuafa selain sembako dan produk produk UKM juga. "Untuk teman teman UKM mungkin ada yang ingin bersedekah tidak dengan uang mereka bisa bersedekah dengan produknya. Saya rasa ini menjadi nilai tersendiri buat mereka selain mereka bisa branding produk mereka juga bisa mendapatkan pahalanya," kata Metta.

Untuk pemberdayaan bina panti asuhan saat ini Gerakan Seribu Rupiah memiliki panti asuhan binaan yakni Panti Asuhan Manarul Mabrur yang berlokasi di Pudak Payung, Semarang.

"Harapan kami bisa memberdayakan adik-adik panti agar memiliki bekal dikemudian hari ketika mereka tidak sempat kuliah kita berikan mereka skill ketrampilan selain itu kita ingin merubah mindset panti asuhan menjadi panti asuhan yang mandiri yang berdayaguna serta berhasil guna," ucapnya.

Di Panti Asuhan tersebut, Gerakan Seribu Rupiah memberikan penndampingan seperti dibidang bina lingkungan, kesehatan, praktisi anak, dan program pelatihan ke anak anak panti.

Untuk program Bina Dhuafa, gerakan yang digagas istri Bayu Tantra ini melakukan penyaringan dhuafa yang berusia produktif untuk diberdayagunakan. "Kita berikan pelatihan, kita berikan modal sesuai dengan kapasitas kami serta kita dampingi sampai mereka mandiri. Artinya memberi dhuafa itu tidak hanya sekedar mengasih saja namun kami juga memberikan dan memperluas wacana, bila mereka sebetulnya juga memiliki potensi," beber Metta.

Sedangkan untuk program pemberdayaan UMKM, Metta melanjutkan anggota dari Gerakan Seribu Rupiah Perhari ini beraneka macam namun kebanyakan pelaku UMKM. "Jadi pemberdayaan UMKM ini, sebetulnya program imbal balik dimana teman-teman yang bergabung dalam gerakan ini memberikan manfaat pada sesama, dan pelaku UMKM ini juga mendapatkan manfaat dari program tersebut," kata Metta lagi.

Bayu Tantra menambahkan gerakan yang digagas istrinyaa tersebut banyak mendapat dukungan dari pejabat-pejabat di Pemkot Semarang. "Ada dukungan dari pengusaha, lurah, camat, kepala dinas serta dari Wali Kota Semarang," ungkap Bayu.

Bayu berharap Gerakan Seribu Rupiah Perhari yang bulan Juli nanti berusia satu tahun bermanfaat untuk masyarakat khususnya warga Kota Semarang. "Apalagi dalam keadaan pandemi ini kita memang lebih giat untuk bergerak, tiap Jumat dan tiap bulan kita melakukan aksi aksi seperti di beberapa daerah di Semarang bahakan pernah sampai Boja serta besok kami mau ke Sumowono juga," lanjut Bayu.

Metta mengajak masyarakat untuk ikut bergabung dalam gerakan ini. "Siapapun boleh ikut berkontribusi dan siapapun boleh kita bantu tanpa mengenal agama, suku dan lain sebagai karena kita semua sama," imbuh Metta.

Gerakan Seribu Rupiah ini juga menggandeng oraganisasi lain. "Kita ingin merangkul semuanya dalam kegiatan kebaikan, seperti yang sering mensupport kami Pemuda Pancasila, Banser, FPI dan OI (Orang Indonesia) tujuan kita merangkul, menggerakkan agar kita punya rasa empati terhadap sesama," lanjut Metta.

Bayu mengungkapakan dirinya mengajak semua orang untuk bersedekah. "Ayo kita beribadah bareng bareng,karena sahabatmu yang baik adalah yang mengajakmu mendekatkan diri kepada Tuhanmu. Siapapun itu Tuhanmu," pungkas Bayu.

Penulis : Arya
Editor   : edt