Gus Tommy Dukung Warga Tolak Penutupan Jalan Kampung Anyar


KENDAL, WAWASANCO-Jalan di Kampung Anyar Desa Krajan Kulon Kaliwungu rencananya akan ditutup oleh PT KAI Daops IV Semarang demi keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan warga.
Rencana ini mendapat penolakan dari warga setempat. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses utama sehari-hari bagi warga Kampung Anyar.

Penolakan atas rencana penutupan jalan Kampung Anyar disampaikan puluhan warga dalam audensi yang digelar di aula Balaidesa Krajan Kulon,. Audensi yang digagas oleh pihak KAI tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal, Camat Kaliwungu, Kapolsek dan Danramil Kaliwungu.

Anggota Komisi A DPRD Kendal, Muh Tommy Fadlurohman yang turut hadir ditengah-tengah masyarakat ikut mendukung diadakannya sosialisasi dan dengar pendapat serta aduan dari warga terkait dengan penutupan jalan Kampung Anyar karena dilewati rel kereta api.

"Sosialisasi dan komunikasi ini menjadi sebuah tujuan mencari solusi yang baik. Dengan lahirnya peraturan tersebut, disamping tujuan keselamatan juga sebagai bentuk upaya menekan angka kecelakan atau zero insiden," kata pria yang akrab disapa Gus Tommy, Selasa (9/6).

Menurutnya, meski menjadi polemik yang baru, namun bila tidak dikomunikasikan dengan baik bersama warga sekitar, terlebih jalan tersebut menjadi jalan penghubung yang sangat penting untik warga yg lalu lintas terutama anak-anak sekolah.

"Setelah mendengar, melihat, meninjau dan mempertimbangkan aduan warga, Gus Tommy berharap penutupan untuk bisa dikaji ulang, agar warga tidak dirugikan akibat kebijakan penutupan jalan Kampung Anyar," ujarnya.

Gus Tommy mengaku kehadirannya sebagai penjembatan suara rakyat dan mendukung aspirasi warga, karena dirinya aseli kelahiran Kaliwungu. Tentang peraturan PT KAI yang dirasa kurang searah dengan kepentingan warga, dalam hal penutupan jalan ini.

"Saya akan komunikasikan dengan Dishub Kendal dan para steakholder di pemerintah daerah, semoga akan muncul solusi yg terbaik untuk kedua belah pihak, yakni kepentingan warga dan PT KAI," jelasnya.

Ada 4 poin yg disampaikan oleh PT KAI, diantara kaitan dengan keselamatan, karena tidak ada palang pintu. auntuk hal itu Gus Tommy menyampaikan, mendengar, melihat, meninjau dan mempertimbangkan aduan warga, hal tersebut bisa dikaji ulang, 

"Kalau untuk keselamatan warga dan pemdes siap membentuk pam swakarsa yg menjaga rel kereta. Intinya warga menolak penutupan jalan tersebut. Saya akan mencoba berkomunikasi dengan pihak terkait, termasuk Dishub, dan juga steakholder yang ada di pemda Kendal," terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Krajan Kulon Abdul Latif mengatakan, dirinya mendukung penolakan warga atas rencana penutupan jalan Kampung Anyar. Pasalnya, jalan itu merupakan akses utama yang biasa digunakan warga.

"Seandainya jalan itu ditutup, warga terpaksa harus memutar lewat rel kereta api di Pandean melalui gang depan Optik. Hal ini jauh lebih membahayakan bagi warga, khususnya anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang hendak berangkat sekolah," ungkapnya. 

Dikatakan, selama ini jalan Kampung Anyar yang melewati rel perlintasan kereta api itu aman-aman saja. Bahkan demi meningkatkan keamanan, warga berswadaya menempatkan petugas Linmas untuk berjaga di jalan tersebut.

"Warga beriniatif untuk patungan agar bisa membayar orang yang ditugaskan menjaga jalan itu. Dan Alhamdulillah selama ini aman-aman saja. Kami berharap PT KAI bisa mengkaji ulang dan membatalkan kebijakan penutupan jalan Kampung Anyar," pungkasnya. 

Penulis : Hanief
Editor   : jks