Terdampak Corona, 1.399 Debitur Bapas 69 Ajukan Relaksasi


Operasional Taman Wisata Candi Borobudur ditutup sementara waktu akibat pandemi covid-19 membuat aktifitas para pelaku UMKM di sana terhenti. Sejumlah petugas tengah membersihkan bangunan candi dari butiran debu sambil menuju obyek wisata berskala dunia itu kembali dibuka. (Tri Budi Hartoyo)

MAGELANG, WAWASANCO- Sebanyak 1.399 debitur PD BPR Bank Bapas 69 Kabupaten Magelang mengajukan relaksasi. Mereka adalah para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung selama tiga bulan terakhir.

Direktur Utama Bapas 69, Teguh Wiharso, mengatakan, pandemi korona membawa dampak luar biasa pada berbagai bidang kehidupan, termasuk sektor ekonomi. "Di antaranya pelaku UMKM yang bergerak di dunia usaha pariwisata," kata Teguh, Selasa (23/6).

Teguh menyebutkan, debitur yang berasal dari UMKM mencapai 1.399 orang. Mereka sebagian besar bergerak di bidang usaha pariwisata di komplek Taman Wisata Candi Borobidur. Dengan nilai pinjaman rata-rata di kisaran Rp 21 juta per orang. Adapun jumlah total pinjaman Rp 63.674.004.258.

Bagi debitur yang kegiatan ekonominya terdampak pandemi korona, kata Teguh, diberikan relaksasi. Antara lain, diadakan penjadwalan ulang atas angsuran dan keringanan suku bunga. "Namun, ada persyaratan yang harus dipenuhi seperti pengajuan dan peninjauan di lapangan," kata Teguh.

Pandemi Corona tidak sampai berdampak signifikan terhadap Bapas 69. Namun, sejak Maret 2020, Bapas 69 menutup permohonan kredit dari nasabah baru. "Dalam kondisi pandemi seperti ini kami hanya melayani nasabah yang telah berlangganan," ujar Teguh.

Dia memaparkan, total aset bank pelat merah ini pada akhir 2019 mencapai Rp 1.150 triliun, dengan dana pihak ketiga Rp 854 miliar dan bisa menghasilkan laba sebelum pajak Rp 45 miliar.

Penulis : tbh
Editor   : jks