Kelompok Nelayan Bedono Terima Bantuan Perahu


Ketua Baznas Kabupaten Demak H Susetyarto saat menyerahkan bantuan perahu dayung untuk membantu usaha budidaya perikanan nelayan mustahik di Desa Bedono Sayung.

DEMAK, WAWASANCO- Dalam rangka intensifikasi lahan tambak tidak produktif agar lebih produktif, Baznas RI memberikan bantuan perahu dayung untuk tujuh kelompok nelayan budidaya perikanan Desa Bedono Kecamatan Sayung. Sehubungan pandemi covid-19, penyerahan bantuan dari pusat dilakukan secara virtual online, diteruskan oleh Ketua Baznas Kabupaten Demak H Bambang Susetyarto.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznaa RI Irfan Syauqi Beik, Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas RI Randi Swandaru, Kepala Bagian Ekonomi Baznas RI Eka Budhi Sulistyo,  dan Kepala Lembaga ZCD Tatiek Kancaniati. Di samping Kepala Desa Bedono Agus Salim, serta tentunya para anggota kelompok nelayan. 

Adapun tujuh kelompok nelayan mustahik penerima manfaat adalah Kelompok Budidaya Perikanan Nurul Iman Pandansari, dan Albarokah Bedono. Juga Kelompok Nelayan Albarokah Morosari, Albarokah Tonosari, Albarokah Tambaksari, Mekarsari Mondoliko, dan Makmursari Mondoliko.

Kepala Desa Bedono Agus Salim mewakili warganya menyampaikan, selama  20 tahun lalu Desa Bedojo Sayung gemah ripah. Betapa tidak? Sawah, ladang, tambak yang ada semua menghasilkan. Namun karena terdampak abrasi seiring kondisi alam yang berubah selama 15 tahun belakang ini, air rob telah merusak infrastruktur bahkan pemukiman serta lahan pencaharian. 

"Terimakasih berkat adanya bantuan Baznas tambak yang tidur 15 tahun ini kembali menggeliat. Maka itu mohon jangka pembinaan ditambah sehingga masyatakat Besono yang menerima manfaat bertambah," ungkapnya. 

Di sisi lain, Bambang Susetyarto didampingi Pendamping Zakat Community Development Demak Abdul Hadi menambahkan, tujuan diberikannya bantuan tujuh unit perahu dayung senilai Rp 32,5 juta per unit tersebut untuk membantu nelayan dalam penebaran bibit kerang darah. Selain juga untuk monitoring dan panen nantinya

Sejauh ini, total lahan tambak di Bedono yang diintensifkan sehingga lebih produktif  seluas 20 hektar. Dengan adanya bantuan awal dari Baznas RI budidaya kerang darah, berhasil panen 3-4 ton per hektar bernilai jual antara Rp 4-5 ribu per kilo.

"Semoga bantuan perahu di tengah situasi pandemi ini, dapat membantu meningkatkan kesejahetaraan kelompok.nelayan budidaya perikanan, yang notabene masuk kelompok masyarakat terdampak covid-19," tutup Bambang Susetyaryo.

Penulis : ssj
Editor   : jks