UPGRIS Terus Berkarya dan Berinovasi Ditengah Pandemi


Pembukaan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-39 UPGRIS di Balairung Kampus I Sidodadi Semarang, Selasa (23/6/2020).

SEMARANG, WAWASANCO - Inovasi dan kreativitas, diperlukan dalam menyikapi pandemi covid-19. Termasuk bagi perguruan tinggi, dalam upaya tetap memberikan pembelajaran bagi para mahasiswa melalui inovasi pembelajaran dalam jaringan (daring) atau online.

"Sektor pendidikan menjadi salah satu, yang paling terdampak covid-19. Kita harus memberhentikan pembelajaran secara tatap muka, dan diganti dengan daring. Ini juga menjadi sebuah tantangan tersendiri, sebab tidak mudah. Dosen harus mampu berinovasi, bagaimana agar penyampaian pembelajaran daring ini menjadi menarik dan tidak membosankan," papar Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Dr Muhdi SH MHum, disela pembukaan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-39 UPGRIS di Balairung Kampus I Sidodadi Semarang, Selasa (23/6/2020).

Dipaparkan, pengembangan kreatifitas dosen dalam pembelajaran dari di masa pandemi seperti sekarang ini, diperlukan, agar kuliah berjalan menyenangkan. "Selain itu juga memotivasi mahasiswa, untuk terus belajar dan semangat dalam menimba ilmu di bangku perkuliahan, dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia,'' tambahnya.

Muhdi juga menginginkan semua sivitas akademika UPGRIS, untuk bersama-sama menghadapi tantangan di masa pandemi Covid-19. Salah satunya dengan mengubah rutinitas dengan cara yang berbeda, sekaligus membangun kesadaran yang sama terkait pentingnya kesehatan di lingkungan masing-masing. 

"Jika dulu tidak memakai masker, sekarang harus memakainya. Kebiasaan cuci tangan dengan sabun ini harus terus dilakukan. Ini menjadi upaya kita, untuk bisa menjaga kesehatan di lingkungan kita, termasuk di kampus. Hal ini sejalan dengan tema Dies Natalis Ke-39 yakni UPGRIS Peduli, Berinovasi di Tengah Pandemi," terangnya.

Terkait kepedulian UPGRIS terhadap penanganan Covid-19, sejauh ini pihaknya telah membantu mendonasikan alat pelindung diri (APD) kepada tenaga medis, memproduksi hand sanitizer untuk masyarakat, serta pengembangan ventilator atau alat bantu pernafasan untuk membantu pasien Covid-19.

Disatu sisi, meski perayaan Dies Natalis ke-39 juga tidak bisa digelar semeriah tahun-tahun sebelumnya. Namun, pihaknya berharap, pandemi covid, tidak menghilangkan makna dan tujuan dari perayaan tersebut. 

''Meskipun launching pembukaan hanya dihadiri 40 sampai 50 dosen dan staf, dengan protokol kesehatan dan menjaga jarak, namun makna dari Dies Natalis ini tetap ada, ini yang terpenting. Kegiatan pembukaan ini juga disimak para mahasiswa dan dosen lewat Youtube dan web UPGRIS TV,'' tandas Muhdi.

Sementara, terkait Dies Natalis ke -39, UPGRIS juga menggelar sejumlah kegiatan. Diantaranya lomba kreatifitas dosen mengajar, pemilihan putri kampus UPGRIS, kompetisi E-Sport, doa bersama untuk mantan rektor UPGRIS yang sudah meninggal, dan beberapa lomba bagi siswa SMA/ SMK sederajat. 
 

Penulis : arr
Editor   : edt