Bantuan Disinyalir Tumpang Tindih, DPRD Kendal Panggil Dispertan


KENDAL, WAWASANCO- Komisi B DPRD Kabupaten Kendal melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal. Rakor terkait dengan pembagian bantuan ketahanan pangan kepada masyarakat terdampak covid-19, yang dinilai belum tepat sasaran.

Bertempat di ruang rapat, Ketua komisi B, Dian Alfat Muhammad menanyakan hal tersebut, karena adanya laporan dari warga, bantuan ini dibagikan acak dan kurang merata, serta tumpang tindih. 

"Bagaimana ini pak, kok ada laporan dari masyarakat yang tidak tepat sasaran dan tumpang tindih. Jadi kami menanyakan alur pembagian dan datanya dari mana," tanya Dian Alfat kepada Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Jumat (26/6).

Dian mengungkapkan, seperti yang terjadi di Kecamatan kota Kendal. Di Kelurahan Bandengan dapat 500 paket dan Kelurahan Karangsari 250 paket, sementara kelurahan dan desa lainnya hanya mendapat belasan saja.

“Kami meminta penjelasan pemakaian dana 2,9 miliar rupiah untuk bantuan ketahanan pangan, bagaimana penggunaannya dan penerimanya siapa saja. Karena di lapangan ditemukan penerima bantuan ini sudah terdaftar penerima bantuan lain,” terangnya.

Dian mencontohkan, saat Bupati Kendal Mirna Annisa menyerahkan bantuan di Ngampel sengaja turun ke lapangan untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan bantuan lainnya.

“Itu artinya, penerima bantuan ketahanan pangan ini adalah mereka yang belum terdaftar baik dalam penerima PKH, BPNT ataupun bantuan sosial lainnya,” tandasnya.

Sementara itu anggota Komisi B, Mukhlisin menanyakan alur pembagian bantuan ketahanan pangan di Kecamatan Rowosari. Kenapa hanya ada dua desa, yakni Jatipurwo dan Rowosari saja. 

“Peyaluran kenapa tidak merata diseluruh desa yang ada di Rowosari, di kecamatan tersebut tidak hanya dua desa saja. Harusnya merata di seluruh desa karena semua terdampak wabah ini,” kata Mukhlisin.

Senada diungkapkan Mustain, dirinya berharap bagi warga yang sudah mendapat jatah, seharusnya tidak mendapat lagi. Dan yang belum mendapatkan jatah bantuan bisa segera diberikan. 

“Seharusnya yang sudah dapat dari bantuan lain, jangan kemudian diberi lagi karena akan tidak tepat sasaran dan itu namanya tumpang tindih,” katanya.

Menanggapi pertanyaan ketua dan anggota Komisi B, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Sutjipto mengatakan, anggaran Rp 2,9 miliar tersebut digunakan untuk percepatan penanganan Covid-19 melalui bantuan pangan. 

“Semua ada dasar aturannya dan sesuai keputusan Bupati Kendal, bantuan utamanya petani miskin dan buruh tani yang terdampak Covid-19. Jadi mereka yang sudah menerima bantuan lain, juga bisa menerima lagi, karena sesuai dengan keputusan menteri,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Sucipto menjelaskan, bantuan ketahanan pangan yang sudah disalurkan sampai saat ini sebanyak 8.842 paket, dari 14.600 paket yang disiapkan. 

“Yang sudah disalurkan seperti desa Jatipurwo dan Rowosari sebanyak 657, kelurahan Bandengan, Karangsari dan sekitarnya 952 paket, kemudian Kecamatan Singorojo 745 paket dan kecamatan Boja 638 paket,” rincinya.

Selain itu, di Kecamatan Limbangan sebanyak 279 paket, Kecamatan Weleri dan pedagang jajanan 485 paket, Kecamatan Ngampel 943 paket, Kecamatan Pegandon 870 paket Kecamatan Brangsong 380.  

"Bukan hanya itu, bantuan beras juga dibagikan kepada  tenaga kesehatan 57 orang, tukang becak di Kaliwungu 250 paket, Ponpes di Krompakan Gemuh 200 paket dan Paguyuban Keluarga Kendal atau Pakken di Jabodetabek sebanyak 215 paket," imbuhnya.

Kemudian, Omah Semut komunitas di Pasar Cepiring 250 paket, Kecamatan Sukorejo 290 paket, kecamatan Kaliwungu 210 paket, kecamatan Kaliwungu Selatan 230 paket, kecamatan Kangkung 466 paket dan Pertuni serta penyandang cacat sebanyak 95 paket.

“Total sudah 8.842 paket sehingga masih ada sekitar 5.700 lagi yang belum disalurkan. Data sudah sesuai dengan pengajuan dari desa yang dilengkapi surat pengantar kecamatan, selanjutnya naik ke bupati,” jelas Sutjipto.

Usai rakor, komisi B bersama dinas Pertanian dan Pangan kemudian melakukan kunjungan ke desa Rowosari, Kecamatan Rowosari. 
Rombongan diterima kepala desa Rowosari, Luqman Zakaria beserta sekdes Romdhon dan dihadiri beberapa masyarakat desa.

"Terimakasih atas kunjungan bapak ibu dewan dan kepala dinas pertanian beserta jajaran di desa kami. Semoga dengan kunjungan ini bisa membawa manfaat bagi desa kami," ujar Kades Luqman. 

Penulis : Hanief
Editor   : jks