Hartanto-Joko Purnomo Berpeluang Tantang Petahana

  • Jelang Pilkada Wonogiri

WONOGIRI,WAWASANCO.Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)  Wonogiri yang rencananya digelar di penghujung tahun ini, diprediksi bakal ramai. Sebab, diam-diam ada pasangan bakal calon bupati yang sudah mulai gerilya melakukan lobi-lobi ke partai politik. Kalau pasangan tersebut mencalonkan, berarti Pilkada di Wonogiri akan diikuti dua pasang. Yakni Joko Sutopo (sekarang menjabat bupati) – Sriyono (bendahara DPC PDIP Wonogiri) yang akan diusung oleh PDIP dan pasangan Hartanto (purnawirawan Polri)- Joko Purnomo (mantan KPU Jateng).

Kepada Wawasanco, Hartanto menyatakan terus terang akan maju dalam Pilkada. ‘’Ya mas InsyaAlloh, melaksanakan mandat dari tokoh-tokoh masyarakat Wonogiri. Dan kami akan diusung parpol PKB, PAN, Gerindra, PKS dan sejumlah partai politik lainnya,’’ papar Hartanto melalui pesan whatsapp yang dikirimkan kepada wawasanco.

Namun saat ditanya akan berpasangan dengan siapa, nampaknya masih malu-malu menyampaikan sebab tidak menjawab pertanyaan yang disampaikan wawasanco.

Terpisah, Joko Purnomo, mantan KPU Jawa Tengah, ketika dihubungi juga belum berani terus terang. Joko beralasan, untuk mencalonkan diri menjadi wakil bupati butuh biaya yang tidak sedikit dan pihaknya belum ada kemampuan finansial untuk itu. ‘’Saya sih siap saja, kalau ada yang mendanai,’’ papar Joko.

Namun di sisi lain, Joko menuturkan bahwa kalau yang maju hanya satu pasangan, dan hanya melawan bumbung kosong, tidak mendidik masyarakat untuk berpolitik yang baik. ‘’Idealnya memang ada lawannya. Dan lawan tersebut bukan bentukan, seperti pada Pilkades yang karena melawan bumbung kosong akhirnya istrinya disuruh mendaftarkan. Itu tidak baik,’’ jelas Joko.

Terpisah, Joko Sutopo, Ketua DPC PDIP Wonogiri yang sekarang menjabat Bupati Wonogiri, mengaku malah senang bila ada pasangan yang akan mencalonkan pada Pilkada mendatang. ‘’Siapapun silahkan saja. Itu hak mereka,’’ tegas Joko yang sudah mengantongi rekomendasi dari DPP PDIP.

Joko yang digadang-gadang memenangi Pilkada mendatang, justru mengaku kurang nyaman bila Pilkada digelar tahun ini. Karena sangat berpotensi menjadi klaster penularan corona.

Penulis : tpe
Editor   : jks