Masa Pandemi Covid-19, Fikkes Unimus Gelar Capping Day Secara Daring


MEMAPARKAN : Para pembicara saat menyampaikan materi pada kuliah umum, dalam upacara ucap janji mahasiswa atau Capping Day Fikkes Unimus di kampus Kedungmundu Semarang, Sabtu (27/6/2020).

SEMARANG, WAWASANCO - Prinsip etik dalam kesehatan dengan menghargai otonomi manusia atas harga diri dan martabat, melakukan yang terbaik dan tidak merugikan, tidak mencederai orang lain dan berlaku adil pada setiap pasien.

Hal tersebut disampaikan Ketua Ikatan Alumni Fikkes Unimus sekaligus Ketua Majelis Kehormatan Etik Keperawatan PPNI Jateng, Dr Arwani SKM BNHons MNS, pada kuliah umum, dalam upacara ucap janji mahasiswa atau Capping Day Fikkes Unimus di kampus Kedungmundu Semarang, Sabtu (27/6/2020).

“Etika sangat berkaitan dengan kepribadian, etik mendasari kepribadian. Kepribadian muslim yang harus dikembangkan mahasiswa kesehatan antara lain sifat shidiq, amanah, tabligh dan fathonah yang merujuk pada Al-Qur’an dan hadis. Tentunya niat harus diluruskan dari awal dan harus menjadi insan yang prestatif dan inspiratif," terangnya.

Pembicara lainnya, Ketua Komite Mutu dan Keselamatan Pasien RSUP Dr. Kariadi Semarang, Ns. Ellyana Sri Sulistyowati, S.Kep, MARS, menjelaskan bahwa keselamatan pasien sangat penting difahami oleh semua tenaga kesehatan kerena menjadi isu kesehatan global yang serius dan adanya patient centerdness. 

“Pasien tidak boleh cidera, jika terjadi kesalahan akan meningkatkan biaya kesehatan dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan. Patient safety juga penting untuk mencegah konflik antara dokter, petugas kesehatan lain dan pasien,”tegasnya. 

Tidak hanya itu, keselamatan pasien dilakukan dengan asessment risiko, identifikasi pengelolaan risiko, pelaporan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dengan melakukan tindak lanjut, implementasi solusi dan minimalisasi risiko.

Sementara, terkait pelaksanaan Capping Day, Dekan Fikkes Unimus Dr. Ali Rosidi, SKM, M.Si, menandaskan bahwa ucap janji menjadi titik awal mahasiswa, untuk menapaki tahapan berikutnya, berupa praktik klinik di berbagai institusi kesehatan dan terjun langsung di masyarakat. 

"Momentum ucap janji ini, harus menjadi pijakan unutk meningkatkan performa perawat dan bidan di tengah masyarakat," tandasnya.

Saat prosesi ucap janji, mahasiswa membacakan janji berisi kewajiban yang harus dilaksanakan dan ditepati oleh mahasiswa ketika memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien, berupa janji untuk tidak membedakan pasien, mengutamakan pasien dan memegang semua rahasia pasien.

"Kedepan Fikkes Unimus, kita harapkan dapat terus mencetak perawat dan bidan profesional yang unggul dalam keilmuan, ketrampilan dan keislaman. Tak lupa saya berpesan kepada para mahasiswa, bahwa profesi perawat dan bidan merupakan panggilan hati, maka harus dikerjakan secara ikhlas dengan skill yang luar biasa," tambahnya.

Disatu sisi, demi mencegah penyebaran covid-19, pelaksanaan Caping Day Fikkes Unimus yang diikuti 260 mahasiswa tersebut digelar secara daring atau online.

Secara terperinci, kegiatan diikuti  72 mahasiswa DIII keperawatan, 11 mahasiswa DIII Kebidanan, 137 mahasiswa S1 Keperawatan dan 40 mahasiswa Profesi Ners, secara daring dengan video streaming. Lima perwakilan mahasiswa hadir langsung untuk mengikuti ceremony di lantai 7 gedung FK Unimus, sisanya mengikuti secara online dari rumah dengan didampingi orang tua atau wali masing-masing. 


 

Penulis : arr
Editor   : edt