Perajin Tas Desa Truko Terkena Dampak Pandemi Corona


KENDAL, WAWASANCO-Dampak dari virus Corona membuat perajin  tas di Desa Truko Kecamatan Kangkung Kendal sempat terhenti, karena tidak ada pesanan. Bahkan hasil penjualan perajin tas juga turun drastis, selama kurang lebih tiga bulan. Namun sejak bulan Juni ini, mulai ada pesanan dari sekolah-sekolah maupun untuk kegiatan seminar.

Pemilik usaha perajin tas di Truko, Muslikah mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 hampir tidak ada pesanan. Seandainya ada dipending semua. Baru sejak bulan Juni ini ada pesanan pembutan tas untuk sekolah, mulai dari PAUD sampai Madrasah Ibtidaiyah.

"Sebenarnya Ada beberapa pesanan seperti tas alat kesehatan dan lain-lain, namun karena pandemi Covid-19, terpaksa dihentikan," kata Muslikah Minggu (28/6).

Dirinya mengaku, selama tiga bulan tidak ada pesanan, seandainya ada, hanya untuk tas yang dijual umum, itupun tidak banyak. Pasalnya, belum tentu laku dalam satu bulan.

"Saya bersama lima karyawan hanya bisa bertahan. Sekalipun usaha kembang kempis,  jangan sampai tutup. Apalagi saya punya tanggung jawab membayar mereka," ungkapnya. 

Seiring berjalannya ke tahun ajaran baru di awal bulan Juni ini, sudah mulai ada pesanan tas dari beberapa sekolah dan dinas. Pesanan tas sekolah, seperti dari PAUD hingga Madrasah Ibtidaiyah.

"Selain sekolah, juga sudah ada pesanan tas seminar bagi guru PAUD dari provinsi Jawa Tengah. ini angin segar bagi kami. Kalau bicara omset  saat ini belum bisa di kalkulasi, sebab sifatnya masih untuk tambal sulam," ujar Muslikah.

Menurutnya, dampak peniadaan kegiatan haji  tahun ini karena pandemi, juga berdampak pada berhentinya pesanan. Tas untuk satu peserta haji, dalam satu paket ada tiga jenis, mulai dari tas kecil tempat paspor, kemudian troli kecil dan troli besar ukuran 20 inci.

"Harga untuk satu paket tas haji dan umroh 350 ribu rupiah, tergantung bahan dan kualitasnya. Kalau untuk tas sekolah, harga mulai 30 ribu rupiah sampai 130 ribu tergantung besar kecilnya tas serta bahan dan kualitasnya," imbuhnya.

Muslikah berharap, agar wabah corona ini segera berakhir, sehingga pelaku usaha seperti dirinya bisa melanjutkan usaha, tidak dibatasi ruang geraknya akibat pandemi ini.

Salah satu karyawannya, Lis Mardiati menuturkan, selama ada corona pesanan memang sepi, baru sejak awal bulan Juni ini mulai ada pesanan. Sebab, mulai tahun ajaran baru, banyak sekolah pesan tas untuk siswanya.

"Dalam sehari, kami bisa menyelesaikan sekitar empat puluh tas, hanya tinggal menjahit. Karena ada bagiannya masing-masing, baik yang memotong maupun yang menjahit," pungkasnya.

Penulis : Hanief
Editor   : probow