Massa  dari Berbagai Elemen Masyarakat Geruduk DPRD Brebes


Massa yang tergabung dalam 'Brebes Bergerak Tolak Komunisme dan Cabut RUU HIP' dengan dikawal jajaran kepolisian berjalan dari Islamic Center menuju  gedung DPRD Brebes, Senin (29/6). Foto. Eko Saputro

BREBES, WAWASANCO - Ribuan massa dari berbagai ormas di Kabupaten Brebes menggelar aksi bersama yang dinamai 'Brebes Bergerak Tolak Komunisme dan Cabut RUU HIP', dengan menggeruduk gedung DPRD setempat, Senin (29/6) '. Selain menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), massa juga menuntut pencabutan RUU HIP dari Prolegnas.

Sebelumnya, para peserta aksi berkumpul di kompleks Islamic Center, Brebes. Selanjutnya, mereka menggelar long march menuju gedung DPRD Brebes. 

Di gedung DPRD. Perwakilan massa diperkenankan masuk ke gedung wakil rakyat setempat untuk menyampaikan tuntutan. 

Dari pantauan di lokasi, aparat dari Polres Brebes menjaga jalannya aksi. Mereka berjaga di pintu gerbang untuk mengantisipasi masuknya massa ke dalam halaman kantor DPRD. Sementara, selama aksi massa ini, arus lalu lintas sempat mengalami hambatan. Jalur Pantura di depan kantor DPRD Brebes hanya tersisa satu jalur. Karena jalur lainnya dipenuhi massa. Kendaraan dari arah barat, dialihkan masuk ke jalur tol Brebes Barat.

"Kami menuntut agar pemerintah menolak dan mencabut RUU HIP dan tolak komunisme di Indonesia. Luruskan niat menjaga keutuhan bangsa dan negara. Kami percaya saudaraku akan menjaga martabat diri untuk tetap rendah hati jaga hati,"  tandas Koordinator aksi, Azmi Majid.

Azmi menandaskan, ormas ikut bergabung dalam aksi ini adalah Pemuda Pancasila, Front Pembela Islam, Laskar Pembela Islam, Mujahidah Pembela Islam, FKAM, Dewan Dakwah Islam Indonesia, Kokam Muhammadiyah, IMM, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Tapak Suci, Sepakat Brebes Bermartabat, Persis, dan Formasi.

"Tuntutan kami (RUU HIP) dicabut dari Prolegnas supaya tidak ada lagi pembahasan. Jangan sampai hanya di-pending, karena bisa saja nanti disahkan tengah malam sebagai UU," ujar Azmi.

Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, massa pendemo juga menerapkan protokol kesehatan. Disampaikan kepada peserta sebelum demo agar memperhatikan protokol kesehatan. Massa diminta memakai masker dan tidak boleh membawa bendera partai politik apapun dan menjaga ketertiban. 

Massa aksi diterima oleh Wakil Ketua DPRD Brebes, Zubad Fahilatah. Di depan massa pendemo, Zubad berjanji akan segera menyampaikan aspirasi tersebut ke DPR RI. 

Di dalam gedung DPRD, Zubad juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, terkait dengan tuntutan massa berada di DPR RI. Pihaknya hanya bisa meneruskan tuntutan mereka. 

"Kami atas nama DPRD Brebes, menyambut baik aspirasi yang disampaikan hari ini. Saya akan segera menindaklanjuti untuk dibawa ke DPR RI," terang Zubad yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Brebes.

Usai diterima pimpinan DPRR Brebes, massa membubarkan diri dengan tertib.

 

Penulis : ero
Editor   : edt