Pemkab Blora Segera Berikan Izin Seniman untuk Pentas


Bupati Blora, H. Djoko Nugroho (tengah), turun di tengah-tengah para pekerja seni sambil menyaksikan aksi ketrampilan diri para seniman. Foto : Wahono

BLORA, WAWASANCO-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, segera memberikan izin seniman dan budayawan (pekerja seni) tampil atau pentas (bekerja) kembali secara terbuka untuk menghibur masyarakat. Izin pentas dan keramaian itu, disampaikan langsung Bupati Blora, Djoko Nugroho, kepada Aliansi Pekerja Seni dengan syarat serta ketentuan yang harus dipenuhi seperti pentas hajatan pernikahan, sunatan, syukuran, sedekah bumi dan sejenisnya.

"Baik, mulai 1 Juli 2020, kami izinkan kembali pentas seni dan budaya untuk sekala kecil, pentas sekala besar di lapangan terbuka jangan dulu," tandasnya dihadapan pekerja seni Blora, Senin (29/6).

Mantan Dandim Rembang itu, memberikan izin pentas seni di tengah aksi turun jalan para seniman yang menuntut dibukannya izin pentas (tanggapan), agar mereka mendapatkan imbalan rezeki dari karya seni budayanya tersebut. Pemkab bersama Kepolisian (Polres) Blora, tambah Djoko Nugroho, masih harus membatasi izin pentas dan keramaian sekala kecil dulu lantaran masih dalam kondisi pandemic covid-19.

Kokok, panggilan famikier Bupati Djoko Nugroho, memaklumi dan merestui tuntuntan para pekerja seni, setelah sekitar tiga bulan mereka harus menganggur akibat dampak wabah global virus corona. Namun Kokok memberi syarat atas izin pentas yang akan dibuka mulai Rabu (1/7)  yakni di masa new normal ini dengan tetap mematuhi protokol kesehatan."Harus pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan pakai sabun, dan sebisa mungkin mengenakan kaos tangan," tandas Bupati Blora.

Aksi berlangsung damai. Bahkan Bupati Blora ikut naik ke mimbar bebas, selain umumkan memberi izin pentas. Orang nomor satu di Blora itu ikut bernyanyi sebanyak tiga lagu, sesekali berduet kompak dengan peserta aksi pekerja seni.

Teatrikal

Aksi turun jalan para pekerja seni di kabupaten penghasil kayu jati kualitas terbaik di dunia itu, diawali dengan kumpul di alun-alun, jalan perlahan ke kantor Bupati Blora dan berorasi. Selain membawa poster, aksi diiringi dengan seni barongan, musik live (mobile) dan atraksi ketangkasan diri para seniman di hadapan Bupati dan sejumlah pejabat Pemkab Blora. "Senang saya melihat aksi seni barong, ketrampilan melompat dan  semangat anak-anak muda seniman ini," kata Bupati Blora.

Sejumlah aparat Polres, Kodim Satpol PP Blora, tampak aktif memantau dna mengamankan jalannya aksi. Aksi pun berakhir dengan aman, lancar dan tertib.

 

Sebelumnya, para pekerja seni menuntut Pemkab, dikarenakan merasa tidak diperhatikan, dan diperlakukan tidak adil sehingga harus turun ke jalan menyampaikan aspirasinya berthemakan Barongan Gugat Kahyangan.

 

"Kami hadir di kantor Bupati ini, untuk  mempertanyakan ketidakjelasan nasib para pekerja seni di tengah pandemi covid-19 kepada para pemangku kebijakan di Blora," ungkap Koordinator Lapangan, Exy Agus Wijaya.

 

Aksi Seni Budaya "Barongan Gugat Kahyangan" tersebut, diikuti puluhan pekerja seni untuk menyampaikan aspirasi, dalam bentuk penampilan seni budaya, mimbar bebas dan audiensi dengan Bupati Blora beserta jajaran Forkompimda Blora.

 

Ada tampil teatrikal barongan keloh, orasi, panggung seni, mimbar bebas, audiensi dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan cegah pesebaran covid 19.

 

Tampak peserta aksi menyambut optimis keluarnya izin pentas, dan berjanji selama pandemic covid-19, setiap tampil seleku merenapkan prosedur protokol kesehatan. 

Penulis : wah
Editor   : edt