Satu Orang Meninggal Karena Corona, Warga Pucung Isolasi Mandiri


Bupati Wonogiri Joko Sutopo. (Foto :Tulus)

WONOGIRI, WAWASANCO.Warga Desa Pucung, Kecamatan Eromoko, Wonogiri diakabrkan melakukan isolasi mandiri. Hal itu dilakukan lantaran salah satu warganya yang berinisial S (58) meninggal terinfeksi virus corona.

‘’Pemerintah tidak mengindtruksikan warga Pucung untuk lockdown, namun kalau mereka melakukan isolasi mandiri karena ada tetangganya yang terkena virus corona, ya itu baik saja, sebagai upaya kehati-hatian mereka agar tidak tertular,’’ kata Bupati Joko Sutopo yang juga sebagai ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Wonogiri, Senin (29/6).

Bupati Joko Sutopo, menjelaskan bahwa S warga Pucung berprofesi sebagai ABK kapal. ‘’Saat kapal  tempat bekerja S bersandar di pelabuhan Surabaya, Jatim, korban pulang kampung ke Eromoko. Itu pada  tanggal 13 Juni, Lalu, ia berinisiatif memeriksakan diri ke Puskesmas sekalian untuk mencari surat keterangan sehat untuk syarat kembali ke Surabaya. Sampai di Puskesmas, S lupa membawa KTP, lalu kembali lagi ke rumah. Namun, nahas di tengah perjalanan kembali ke rumah, S mengalami kecelakaan lalu lintas,’’ papar Joko Sutopo.

Paska kecelakaan, kondisi kesehatan korban terus menurun. Bahkan pada tanggal  23 Juni, memeriksakan diri ke rumah sakit karena mengalami gejala klinis sesak nafas, dan diberi obat rawat jalan.

Pada 24 Juni korban  kembali memeriksakan diri ke rumah sakit Mulia Hati Wonogiri. Karena adanya gejala klinis yang mengarah corona, maka pada 25 Juni oleh rumah sakit dirujuk ke RSUD Sudiran Mangun Soemarso.

“Pada pemeriksaan awal, S sudah menjalani rapid test dan pengambilan sampel spesimen untuk test swab(PCR). Lalu, pada 25 Juni, hasilnya keluar positif corona,” katanya.

Ditambahkan, hasil pemeriksaan juga menyatakan bahwa selain positif tertular covid-19, ada penyakit penyerta seperti batuk, sesak nafas, bronkopneumonia dan diabetes mellitus(DM). Aakhirnya pada 26 Juni pukul 12.00 WIB yang bersangkutan meninggal dunia.

“Yang bersangkutan ini masuk status PDP. Kalau dilihat dari keterjadiannya kasus ini adalah transimi perjalanan klaster kota besar. Maka yang perlu kita waspadai saat ini,dengan adanya kelonggaran adalah orang tanpa gejala (OTG),” imbuhnya.

Sementara dari informasi, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Wonogiri saat ini tercatat ada 18 kasus. Dengan rincian, dua orang dirawat, tiga orang meninggal dan 13 orang dinyatakan sembuh.

Jumlah PDP sebanyak 67 orang, dua orang dirawat, enam orang meninggal dan 59 orang dinyatakan sembuh. Sementara itu jumlah ODP sebanyak 874 orang, 28 orang masih dalam pemantauan, sisanya telah selesai pemantauan.

Penulis : tpe
Editor   : probow