Produksi Tanaman Pajale di Kendal Meningkat


KENDAL, WAWASANCO- Realisasi tanaman Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) di Kabupaten Kendal tahun 2019 sangat bagus dan meningkat. Menurut data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, untuk tanaman padi total produksi mencapai 236.377 ton.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Tjipto Wahjono di ruang kerjanya, Senin (29/6).

Menurutnya, produksi tanaman padi paling tinggi di Kecamatan Rowosari dengan produksi mencapai 24.001 ton disusul Kecamatan Boja 17.971 ton.

"Untuk produksi padi yang paling sedikit yaitu Kecamatan Kaliwungu dengan produksi 4.084 ton," terang Tjipto.

Diterangkan, realisasi tanaman Jagung paling tinggi dari Kecamatan Patean dengan hasil produksi 39.739 ton disusul kecamatan Gemuh dengan produksi 27.606 ton. 

Kemudian produksi jagung paling rendah yaitu di Kecamatan Kendal dengan produksi 447,4 ton. Sementara satu kecamatan yang tidak ditanami jagung yaitu Kecamatan Rowosari.

"Untuk tanaman Kedelai dari 20 kecamatan yang ada di Kendal di tahun 2019, hanya ada dua kecamatan yang menanam kedelai yaitu Kangkung dengan hasil produksi 1.456,6 ton dan Ringinarum 9,5 ton," jelas Tjipto.

Dikatakan, target produksi tanaman pajale tahun 2019 melampaui target yang ditetapkan Pemkab Kendal.  

"Alhamdulillah realisasi produksi tanaman pajale tahun 2019 melampaui target dari yang ditentukan Pemkab Kendal," ungkapnya.

Ditambahkan Tjipto, meski tahun lalu realisasi tanaman pajale sudah melampaui target, namun Kendal didorong agar terus meningkatkan realisasi produksi pajale. 

Hal ini seperti disampaikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, saat berkunjung ke Desa Pucangrejo Gemuh dalam acara panen raya jagung, Sabtu kemarin (27/6).

Menurut Tjipto, Menteri Pertanian berpesan agar luas tanam ditingkatkan, tapi produktivitas juga harus bagus. Sehingga Kendal bisa menjadi salah satu daerah penyokong pangan nasional. 

"Dengan target itu, tentu kami terus berusaha menambah hasil produksi dengan melakukan berbagai terobosan," imbuhnya.

Dijelaskan terobosan itu meliputi memberikan bantuan benih baik padi, jagung maupun kedelai serta bantuan alat pertanian untuk penunjangnya. 

"Untuk tahun 2020 di bulan Oktober nanti bantuan bibit padi, kedelai maupun jagung dari kementerian pertanian akan turun," ujarnya.

Selain itu, rencana juga ada penambahan area tanam 2.600 hektare, yang bekerja sama dengan Perhutani KPH Kendal dengan diadakan CPCL bersama, khusus untuk tanaman jagung.

Menurut Tjipto, dari luasan 24 ribu hektare, bantuan bibit hanya diberikan untuk padi 3.000 hektare dan jagung 2.000 hektare. Dengan rincian, bantuan bibit jagung 15 kilogram per hektare dan bibit padi 25 kilogram per hektare. 

"Semua bantuan yang mengusulkan dari kelompok tani yang kemudian kita verifikasi. Jadi kelompok yang sudah mendapat, kita anulir dan disalurkan kepada kelompok lainnya," pungkasnya.

Penulis : Hanief
Editor   : edt