Purbalingga Targetkan Tambah 7832 Akseptor KB Baru

  • Menekan Angka Kelahiran di Masa Pandemi

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) memantau pelayanan Keluarga Berencana (KB) serentak sejuta akseptor di Puskesmas Kutasari. (Foto :ist)

PURBALINGGA, WAWASANCO- Memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke 27 tahun 2020, Kabupaten Purbalingga turut melaksanakan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak Sejuta Akseptor. Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosdaldukKB-P3A) Kabupaten Purbalingga, Raditya Widayaka AP mengatakan, dalam pelayanan serentak ini, Kabupaten Purbalingga mendapatkan target sebanyak 7832 akseptor atau pengguna alat kontrasepsi.

“Kabupaten Purbalingga mendapatkan target sebanyak 7832 akseptor baik dari penggunaan pil, suntik, implant, IUD (intrauterine device) kondom dan sebagainya,” kata Raditya, Senin (29/6) di Puskesmas Kutasari.

Ia juga menjelaskan pelayanan serentak sejuta akseptor adalah agar kebutuhan akan alat kontrasepsi bagi pasangan usia subur bisa terpenuhi guna melindungi kehamilan yang tidak diinginkan atau kehamilan yang beresiko karena pandemi Covid-19. Ia berharap target ini bisa terpenuhi guna menekan pertumbuhan penduduk di Purbalingga.

Pada kesempatan kali ini Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi)  sempat melakukan pemantauan Pelayanan KB serentak sejuta akseptor di Puskesmas Kutasari. Kepada para calon akseptor yang tengah mengantri, Bupati mengucapkan terimakasih atas partisipasinya sebagai akseptor.

“Kehadiran ibu ibu semua sama saja dengan ikut mensukseskan program pemerintah pengendalian penduduk. Kami atas nama pemerintah, mengucapkan terimakasih,” katanya.

Meskipun belum dihitung secara pasti di Kabupaten Purbalingga, menurut Bupati angka pertumbuhan penduduk secara nasional sedang mengalami tren meningkat saat Pandemi Covid-19. Hal ini disebabkan berbagai kegiatan dilaksanakan di rumah atau work from home (WFH) ataupun karena pelayanan yang terbatas terhadap akseptor guna menghindari kontak, sehingga akseptor menurun.

“Oleh karena nya saat Covid-19 agak mereda kita menggiatkan kembali program pengendalian penduduk melalui KB,” katanya

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt