Massa Transisi, Hotel di Salatiga Banjir Prosesi Akad Nikah


Prosesi akad nikah yang telah digelar di Laras Asri Resort and Spa Salatiga banyak dilakukan secara outdoor. Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO- Memasuki massa transisi Covid-19, Hotel di Salatiga mulai kebanjiran order melaksanakan prosesi akad nikah secara outdoor lengkap dengan protokol kesehatan. Tak lupa, sesuai arahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Salatiga dan Dinas terkait selama prosesi memperketat pelaksanaan akad nikah dengan wajib menerapkan SOP Covid-19.

Seperti dilakukan Laras Asri Resort and Spa, Salatiga. Hotel sekaligus berbasis resort ini sejak bulan Juni 2020 lalu telah menerima orderan pelaksanaan akad nikah. Marketing Communications Laras Asri Resort and Spa Salatiga Sherly Novia menuturkan, dalam satu bulan saja kisaran pelaksanaan akad nikah antara 8-10 momen.

"Pasangan pengantin biasanya menginginkan pelaksanaan akad di  antara akhir pekan yakni Kamis-Minggu. Dengan biaya hanya Rp 9,9 juta maksimal hanya boleh diikuti 50 orang saja," ungkap Sherly Novia ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (3/7). 

Selain pembatas jumlah tamu undangan, sejak di pintu masuk hotel dilakukan pengecekan suhu tubuh, disediakan masker jika ada tamu yang masuk tidak menggunakan masker, disediakan wastafel untuk cuci tangan para tamu undangan serta hand sanitizer. "Kami juga menertibkan staf yang melayani tamu dengan memakai face shield, masker, dan sarung tangan. Tak lupa kami memberikan saran kepada pemilik hajad untuk mengadakan acara di area outdoor," imbuhnya.

Hal kecil tak lupa diperhitungkan pihak hotel diantaranya, memastikan mic yang digunakan saat akad dan juga kru entertainment diberikan mic sendiri sendiri/ tidak bergantian.
Penyemprotan disinfektan ke setiap sudut ruangan, mulai dari kamar hingga area publik/ umum. "Serta penataan prasmanan dan jg melayani dengan cara mengambilkan makanan untuk tamu," ujarnya.
Meski kondisi hotel mulai "hidup", ada juga hotel yang masih "takut" menerima paket pernikahan. Seperti diakui Marketing Communications Grand Wahid Hotel Salatiga Doddy Rummata. "Sebenarnya masih simpang siur mengenai izin. Ada yang bilang udah bisa, ada yang bilang belum bisa jadi serba bingung. Tapi secara surat belum ada, makanya kami semacam takut juga," tandasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Salatiga Valentino Ari Wibowo. Valentino mengungkapkan, sejauh ini pihaknya belum dapat memberikan statement terkait izin pelaksanaan kegiatan di hotel karena masih harus menunggu diberlakukannya Perwali terkait pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 di Salatiga. Karena semua berbasis kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Salatiga yang diketuai Walikota. "Bahkan kami sedang melakukan studi tiru ke kabupaten Semarang," imbuhnya

Penulis : ern
Editor   : jks