Kemenparekraf Luncurkan Program BISA


Deputi Bidang Industry dan Investasi Kemenparekraf, Fajar utomo, dan Bupati Zaenal Arifin menandatangani peluncuran program BISA. (Tri Budi Hartoyo)

BOROBUDUR, WAWASANCO- Pandemi kovid 19 telah membawa dampak luar biasa terhadap dunia pariwisata. Hampir semua sektor pariwisata dan kegiatan ekonomi kreatif terhenti. Untuk sementara waktu para pelaku usaha di bidang ini tidak dapat bekerja secara optimal sehingga berakibat meningkatnya angka pengangguran langsung dan tidak langsung.


Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso, mengatakan, sesuai arahan presiden dalam upaya mitigasi dampak tersebut diperlukan langkah-langkah yang cepat, fokus cepat, tepat dan terpadu. Karena itu, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Barekrap bersama pemerintah daerah melakukan Gerakan Bisa.


"Kegiatan bersifat padat karya yang dilaksanakan dengan mengoptimalkan tenaga kerja pariwisata dan ekonomi kreatif  untuk menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan dan keamanan masyarakat destinasi wisata , khususnya di desa wisata," katanya, dalam peluncuran program BISA ( Bersih Indah Sehat Aman), Senin (6/7) lalu


Tujuan utama program BISA adalah pemberdayaan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dan masyarakat terdampak. Serta mendukung pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman dari covid-19 .


Gerakan BISA digelar di Pendopo Kebun Buah Desa Karangrejo, dihadiri para  pejabat jajaran Pemkab Magelang, camat dan 20 kades desa di Kecamatan Borobudur. 
Deputi Bidang Industry dan Investasi Kemenparekraf, Fajar utomo, memgatakan, di masa pandemic covid- 19 kunjungan pariwisata turun sangat signifikan. Hal itu membuat kesenjangan sosial makin melebar dan sekitar1,7 juta pekerja sektor pariwisata terdampak.

"Sesuai arahan dari Presiden, Kemenparekraf melakukan realokasi anggaran untuk memfokuskan kegiatan yang mendukung percepatan penanganan akibat covid-19  untuk memperbaiki ekonomi tenaga kerja pariwisata di masa darurat dan masa pemulihan. Antara lain melalui penguatan kualitas destinasi wisata, melalui konsep pariwisata berkelanjutan dan penerapan sapta pesona," kata Fajar Utomo. 
Program BISA, kata menteri, adalah yang pertama di Indonesia dan Kabupaten Magelang dipilih untuk mengawali program BISA. Agar program berjalan baik perlu adanya partisipasi dan semangat gotong royong dalam menangani dan mengantisipasi adaptasi baru pasca covid- 19 yang mengutamakan standart halte, higein dan safety. Beliau berharap agar ekonomi pariwisata cepat pulih kembali," katanya.
Bupati Magelang dalam sambutannya menyampaikan  terima kasih mendapat kehormatan sebagai tempat pembukaan program kementrian pariwisata yakni Bisa atau bersih indah sehat dan aman.
Bupati Magelang, Zaenal Arifin, mengatakan, adanya pandemic covid 19 yang berlangsung sejak Maret benar-benar mengganggu aktifitas di berbagai lini kehidupan. Dia berharap, krisis kesehatan ini jangan berdampak pada krisis ekonomi yang terlalu jauh karena akan berdampak pula pada krisis keamanan.
"Kami telah melakukan refokusing anggaran dengan total Rp 72 miliar untuk penanganan covid dan akan nada perubahan dengan menghadapi kenormalan baru dengan memenuhi sarat protokol kesehatan," kata Zaenal.Arifin.

Penulis : tbh
Editor   : jks