Terapkan Protokol Kesehatan, Ponpes Al Hidayah Percontohan Pesantren Tangguh


Santri Ponpes Al Hidayat Krasak Temuroso Guntur Demak menjaga jarak dan bermasker saat mengaji kitab, sebagai bagian penerapan standar protokol kesehatan pencegahan covid-19. Foto : sari jati

DEMAK, WAWASANCO- Pondok Pesantren (Ponpes)  Al Hidayat Dukuh Krasak Desa Temuroso Kecamatan Guntur menjadi percontohan Pesantren Tangguh di wilayah hukum Polres Demak.  Sehubungan telah diterapkannya standar protokol kesehatan pencegahan covid-19 pada proses pembelajaran dan lingkungan santri.

Bersama sejumlah pimpinan pondok,  Kapolres AKBP R Fidelis Purna Timoranto melakukan peninjauan sekaligus edukasi ponpes asuhan KH Baidlowi atau akrab disapa Gus Dlowi, Kamis (9/7). Hadir pula pada kesempatan tersebut Dandim 0716/Demak Letkol Arh Muhammad Ufiz.

Di sela peninjauan, Kapolres Fidelis menyampaikan, masa new normal bukan berarti virus corona sudah tidak ada. Sebaliknya,  masyarakat justru harus bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru, yakni hidup dengan standar protokoler kesehatan pencegahan covid-19. 

"Antara lain selalu malakukan social distancing, mengenakan masker, cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah berkegiatan. Di samping rutin berolahraga, jaga kebersihan, serta mengonsumsi makanan bergizi," urai kapolres.

Sementara itu  menjelang dimulainya masa ajaran baru sekaligus menuju masa new normal,  Ponpes Al Hidayat yang memiliki ratusan santri itu telah menerapkan standar protokoler kesehatan di lingkungan pondok. Diawali dengan mengecek suhu badan, cuci tangan dengan sabun serta memasuki bilik desinfektan bagi calon santri baru atau santri lama yang baru pulang.

Setelah itu dilanjutkan dengan wawancara riwayat perjalanan hingga status kesehatan santri baru, oleh santti senior didampingi tenaga medis desa. Pada saat sama, pihak ponpes berkoordinasi dengan personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa, terkait pendataan santri baru.

Di sisi lain, selain menyediakan ruang karantina khusus bagi santri, yang  terindikasi sebagai orang dalam pengawasan (ODP), saat proses belajar atau mengaji pun diwajibkan menjaga jarak. Pada saat sama, santri juga diwajibkan berolahraga dan berkegiatan di kebun tanaman kurma dan tin, sebagai bagian physical distancing.

Sedangkan untuk menjaga kepadatan atau kapasitas warga ponpes, jumlah santri di setiap kamar atau ruang dibatasi. Pun saat keluar lingkungan ponpes, para santri diwajibkan mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker dan tidak berkerumun. 

"Intinya sebagaimana instruksi Polda Jateng, penerapan pesantren tangguh selain dimaksudkan untuk jogo santri sekaligus jogo tonggo. Sehingga tak hanya lingkungan pesantren yang aman dari covid-19, namun masyarakat sekitar pun selamat dari dampak pandemi," imbuh kapolres.

Terpisah, Gus Dlowi menyampaikan, apresiasi atas dukungan Polres Demak juga Kodim atas penerapan pesantren tangguh di ponpes asuhannya. Semoga disiplin protokol kesehatan para santrinya bisa meluas ke masyarakat sekitar. Terlebih karena saat ini Kabupaten Demak masuk zona merah daerah sebaran kasus covid-19 tinggi di Jateng. 

Penulis : ssj
Editor   : edt