Asprov PSSI Jateng Gelar Tes Fisik


SEMARANG, WAWASANCO - Assosiasi Provinsi PSSI Jateng sukses menggelar tes fisik atlet-atlet sepakbolanya di era Pandemi Covid-19 pada akhir pekan lalu di Lintasan Atletik Jatidiri, Semarang. Tes fisik dilakukan sebagai bagian kontrol induk organisasi kepada para atlet yang selama ini terdaftar sebagai atlet PON 2021.

''Kita tetap menjalankan protokol kesehatan seperti dicek suhu tubuh, menjaga jarak saat berkendara dan saat menunggu giliran tes. Semua berjalan lancar, dan sesuai yang kami inginkan,'' kata Asisten Manajer Tim Sepakbola PON Jateng, Didik Saptiyono, Rabu (15/7).

Sebanyak 21 pemain menjalankan tes fisik yang diberikan tim pelatih PON Jateng dibantu tenaga ahli dari Unnes. M Firman dkk di tes dalam materi kecepatan, kelincahan dan ketahanan.

Untuk materi kecepatan, Eko Riyadi dkk memberikan sprint 20 meter. Lalu egility dengan bentuk 'L' dan ketahanan dengan menggunakan Multilevel Test.

''Secara keseluruhan hasil tes ini cukup bagus, karena anak-anak mampu mencapai standart yang kami berikan. Saya salut sama anak-anak yang menjalankan program latihan di rumah dengan baik,'' kata M Irfan, Assisten Pelatih yang menjadi koordinator tes fisik bersama tim dari Unnes.

Irfan menjelaskan, jika para pemain ini tidak latihan, ia yakin, para pemain tidak mampu mencapai standart yang diberikan. Ini, kata dia, salah satu maksud dan tujuan dari pelaksanaan tes fisik tersebut, yaitu mengontrol latihan para pemain, meski tidak ditunggui pelatih secara langsung.

Diakui, secara detail ia belum bisa menjabarkan hasil tes, karena akan diproses dengan timnya, sebelum dilaporkan ke Asprov PSSI Jateng sebagai bahan evaluasi tim pelatih. Ini penting, imbuhnya, sebagai dasar pelatih menerapkan program lanjutan yang lebih terprogram.

''Ini adalah tes pertama, secar bertahap nanti akan kemi lakukan tes serupa, tetapi kapan waktunya kita belum putuskan. Kami akan memberi pemberitahuan ke pemain jika itu akan dilakukan,'' kata Irfan lagi.

Memang tes fisik ini sebagai bentuk evaluasi terhadap pemain yang selama ini melakukan latihan mandiri. Selama ini, tim pelatih memantau latihan mereka lewat video yang para pemain buat dan kirim saat latihan.

''Karena ini sifatnya evaluatif, maka kami juga memberikan punishmen jika memang kondisi mereka berada di bawah standart yang kami tetapkan,'' pungkasnya.

Penulis : -
Editor   : edt