Komisi X DPR RI dan Kemenparekraf Gandeng IKA FIB Undip Bersihkan Kota Lama Semarang


Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti tengah memberikan sambutan dalam Gerakan BISA di Kota Lama Semarang Sabtu (25/7)

Semarang, WAWASANCO - Komisi X DPR RI dan Kemenparekraf menggandeng IKA FIB Undip mengadakan Gerakan Bersih, Indah, Sehat, dan Aman (BISA) di kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu (25/7). Acara yang pemilihan lokasinya diinisiasi oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng SS MM itu adalah wujud dari kesiapan untuk menyongsong adaptasi kenormalan baru di Semarang.

Hadir dalam acara yang semarak dan gayeng itu Wakil Ketua Komisi X DPR yang juga Ketua UMUm DPP IKA FIB Undip Agustina Wilujeng SS MM, Wakil Ketua DPRD Jateng yang juga Wakil Ketua Umum DPP IKA Undip Sukirman, dan Sekjen IKA FIB Undip Dr Teguh Hadi Prayitno MM, MHum, MH. Terlihat juga Wakil Ketua KPI Mulyohadi Purnomo yang juga Ketua Bidang Seni Budaya IKA Undip, Ketua Bidang Media Gunawan Permadi, Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Aulia A Muhammad, Sekretaris Prodi Antropologi FIB Undip Arido Laksono MHum, serta Koordinator Bidang Alumni dan Ketua KKS Semarang Hamdani SS.

Dari jajaran pemerintahan hadir Walikota Semarang Hendar Prihadi, Wakil Walikota Hevearita Gunaryanti Rahayu, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpraf Fadjar Hutomo, ST, MMT, CFP, Dandim 0733 BS Semarang Kolonel Inf Yudhi Diliyanto, Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Dr Ir Ahmad Rekotomo, SE, MSi, dan Kepala Dinas pariwisata Kota Semarang Indriyasari.

Walikota Semarang menyatakan Gerakan BISA ini dibuat oleh Kemenparekraf serta difasilitasi oleh Komisi X DPR. "Di Semarang ini mendapat empat titik, yang difasilitasi oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI ibu Agustina Wilujeng. Kami sependapat dan sangat mendukung gerakan ini, apalagi Kota Semarang sebagai kota perdagangan dan jasa, kemudian fokusnya di pariwisata," kata Hendrar Prihadi atau akrab disapa Hendi.

"Karena Covid semuanya hampir semua sektor terpuruk, sepi. Hotel, restoran, kemudian tempat wisata sepi. Nah kemudian kita kan sudah bersepakat sesuai petunjuk bapak Presiden, kita akan gas terus ini supaya ekonominya mulai jalan terutama di sektor wisata sejalan dengan gerakan in," ucap Hendi.

Hendi menambahkan sebagai kota perdagangan dan jasa, sektor pariwisata adalah fokus pemerintah kota Semarang.

"Kenapa memilihi sektor pariwisata, kuenya jadi merata. Orang punya duit begitu melihat peluang ini dia bangun hotel dan restoran. Sedangkan masyarakat ekonomi menengah dan kecil dia akan bikin makanan dan minuman," ungkapnya.

Hendi menambahkan sektor pariwisata sejak perang dunia kedua, ada resesi apapun sektor ini tidak pernah terdampak.

"Namun tiba-tiba muncullah virus Covid, semua terkena termasuk pariwisata. Orang takut datang ke Semarang dan semuanya akhirnya sepi. APBD yang tadinya Rp5,2 Triliun, masuk bulan ini tinggal Rp3,9 triliun. Kehilangan Rp1,3 triliun. Maka ini harus putar otak. Setelah gerakan BISA ini lancar sukses, insyaallah pariwisata terus tumbuh berkembang, ekonomi kembali membaik. Tahun depan kita lanjutkan di Kota Semarang," ungkap Hendi optimis.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi X Agustina Wilujeng Pramestuti dalam sambutannya mengungkapkan Gerakan BISA ini tidak hanya melibatkan pelaku pariwisata di Kota Lama saja. Namun juga melibatkan para relawan milenial dan IKA FIB Undip  yang hingga besok  terlibat aktif di kegiatan tersebut.

"Selain itu ada anak-anak muda yang memiliki follower yang banyak, mereka siap berfoto di sudut-sudut yang menarik di Kota Lama  ini dan di-share ke medsos. Sehingga nantinya banyak wisatawan kembali berkunjung ke objek wisata di Semarang," tutup Agustina yang juga mahasiswa program doktor FIB itu.

Usai acara sambutan, kegiatan Gerakan BISA dilanjutkan dengan bersih-bersih yang dilakukan oleh para relawan dengan menyapu di Taman Srigunting dan sekitarnya.

Penulis : ak
Editor   : edt