Menumbuhkan Kepercayaan Diri untuk Bicara di Depan Publik


“Ah, saya tidak percaya diri.”

Sering kita mendengar atau membaca kalimat tersebut di atas diucapkan atau dituliskan oleh teman. Dalam berbagai kesempatan, misalnya berbicara di depan umum, menyanyi, bahkan untuk sekadar berdiri di depan saat upacara, maka ada saja teman yang tidak percaya diri.

Pertanyaannya kemudian adalah, bagaimana cara menumbuhkan kepercayaan diri?

Dale Carnagie, dalam bukunya ‘How To Win Friends and Influence People’, menyarankan bahwa satu-satunya cara agar seseorang percaya diri adalah justru dengan melakukan berbagai hal yang menakutkan. Sebagai contoh, saat seseorang takut untuk berbicara di depan khalayak, maka guna menumbuhkan kepercayaan diri, dia justru perlu berpidato di depan banyak orang.

Tentu saja menumbuhkan keberanian untuk melakukan hal yang ditakuti seperti berbicara di depan publik tidaklah mudah bagi seseorang. Oleh sebab itu, beberapa langkah berikut barangkali bisa dilakukan.

Langkah pertama adalah dengan menyiapkan diri sebaik mungkin.

Dalam kasus berbicara di depan publik, maka kita bisa melakukan berbagai persiapan pendahuluan. Misalnya dengan menguasai materi yang akan dibicarakan.

Berbagai pengetahuan dan data yang berkaitan dengan materi yang akan kita bicarakan sangat penting sebagai modal untuk berbicara di depan publik. Dukungan pengetahuan dan data tersebut menolong kita untuk menjawab manakala ada pendengar yang mengajukan pertanyaan.

Kita juga perlu menyiapkan pakaian yang akan dikenakan pada saat berbicara di depan umum. Sehari sebelum berpidato, kita bisa menyiapkan terlebih dahulu pakaian mana yang akan dipakai nantinya. Pakaian tersebut tidak selalu harus baru. Namun yang paling penting adalah kita merasa nyaman saat mengenakannya dan pantas untuk acara yang kita hadiri.

Selanjutnya kita perlu terlebih dahulu mengenal dan familiar dengan lokasi acara. Seperti tentara yang akan maju perang, maka memahami medan pertempuran menjadi satu keharusan. Dengan memahami lokasi gedung atau tempat acara, maka kita bisa menghindari kekeliruan konyol seperti terlambat. Kita pun bisa mengetahui di mana letak lokasi-lokasi penting seperti toilet atau kantin.

Secara khusus, kita pun perlu memerhatikan ruangan yang akan digunakan. Pemahaman yang lebih detail, seperti di mana kita akan berpidato, di mana pendengar duduk, di mana panitia acara dan lain-lain juga perlu mendapat perhatian agar kita lebih siap.

Selanjutnya adalah pengetahuan mengenai para tamu yang akan hadir dan mendengarkan kita. Hal ini penting agar kita lebih siap serta menyesuaikan materi yang akan disampaikan nantinya. Sebagai contoh, kita tidak bisa menyampaikan pidato yang penuh istilah teknis keilmuan pada khalayak umum yang memiliki latar belakang ilmu beragam. Pemahaman mengenai latar belakang pendengar menjadi kunci agar materi yang kita sampaikan lebih mudah dipahami oleh mereka.

Tidak lupa, kita pun perlu mengenal dan minimal mengetahui siapa panitia acara. Lebih baik lagi kalua kita bisa mendapatkan nomor kontak panitia. Sebab, siapa tahu ada kendala di perjalanan dan lain-lain sehingga jika kita terlambat ke tempat acara, maka kita bisa memberitahukan terlebih dahulu kepada panitia.

Mengetahui siapa panitia dan di mana posisi mereka juga bermanfaat manakala kita berbicara di depan. Hal ini penting untuk menghidari berbagai persoalan yang mungkin timbul. Contohnya teknologi yang digunakan seperti microphone atau LCD Projector mengalami masalah, maka kita perlu segera menyampaikan kepada panitia untuk mencari jalan keluarnya.

Langkah kedua adalah melakukan latihan.

Setelah atau bersamaan waktunya dengan berbagai persiapan yang kita lakukan, maka kita tidak boleh lupa untuk melakukan latihan. Ini semacam pemanasan bagi olahragawan sebelum pertandingan sebenarnya.

Kita bisa melakukan latihan sendiri dengan mengulang-ulang materi yang akan dibicarakan di depan kaca. Selain itu, kita juga bisa meminta bantuan orang-orang terdekat. Caranya, kita berbicara di depan mereka dan meminta kritik atau saran yang bisa jadi akan sangat bermanfaat untuk kesempurnaan penampilan di panggung yang sebenarnya.

Setelah mengetahui lokasi, podium, atau panggung, maka kita bisa berlatih di sana. Ini semacam gladi bersih sebelum acara sebenarnya dilakukan. Dengan melakukan hal ini, maka kita akan makin familiar dengan lokasi. Kita bahkan bisa membayangkan bagaimana nantinya suasana pada saat acara berlangsung.

Julian Treasure, seorang pakar suara memberikan saran (https://www.ted.com/talks/julian_treasure_how_to_speak_so_that_people_want_to_listen?utm_campaign=tedspread--a&utm_medium=referral&utm_source=tedcomshare) bagi mereka yang akan berbicara di depan umum. Secara singkat, saran tersebut adalah berbagai gerakan mulut, pernapasan, dan tubuh yang dapat dilakukan sebelum berpidato.

Sebagai contoh, kita dapat menggerakkan mulut dan mengeluarkan suara ‘A’, ‘I’, ‘U’, ‘E’, dan ‘O’ berulang-ulang. Menarik dan menghembuskan napas secara teratur disertai dengan gerakan tangan ke atas dan ke bawah seperti gerakan pendinginan pada sebuah senam.

Julian juga mengingatkan pentingnya postur tubuh, intonasi, dan volume suara pada saat berpidato. Semua hal ini perlu diperhatikan apabila kita ingin berpidato dan para pendengar memerhatikan.

Langkah terakhir untuk menumbuhkan kepercayaan diri adalah dengan merekam berbagai keberhasilan dan juga kegagalan kita saat berbicara di depan khalayak.

Melakukan rekaman kita bisa dilakukan dengan menggunakan sarana video kalau memungkinkan. Namun, jika tidak mungkin, maka kita bisa mengenang, mengevaluasi, dan memutar ulang peristiwa berpidato yang dilakukan di benak kita.

Dari rekaman video atau bayangan di benak tersebut, maka kita bisa mencari berbagai kekurangan atau kelebihan. Selanjutnya, kita bisa mempertahankan apa saja hal yang sudah berhasil dan memperbaiki beberapa hal yang perlu disempurnakan.

Jangan pula dilupakan peran pendengar untuk kesempurnaan penampilan kita. Dari para pendengar, kita bisa meminta masukan, kritik, dan saran agar penampilan kita di masa yang akan datang bisa lebih baik lagi.

Setelah kita melakukan berbagai persiapan diri, latihan, dan evaluasi, maka harapannya kepercayaan diri akan tumbuh. Selain itu, keberanian kita untuk melakukan berbagai hal yang menakutkan pun bisa didapatkan. Selamat mencoba.  

Penulis : sp
Editor   :