Karya Mural 'Mata Hati' Gus Bill di Papan Panjat Dinding


Gus Bill mulai mengerjakan seni mural di papan panjat dinding yang akan ditempatkan di arel Bantaran Sungai Pemali, Pebatan, Brebes. Foto. Eko Saputro

BREBES, WAWASANCO - Gus Bill, pegiat seni mural  Kabupaten Brebesi kembali berkarya. Dengan media wall climbing (papan panjat dinding-red) yang berada di  bantaran Sungai Pemali, dia berkarya dengan seni muralnya yang bergambar 'mata hati'.

"Saya kembali berkarya setelah sempat jeda Di saat gencarnya berita Covid-19 melanda dunia dan Indonesia, tidak terkecuali Di Brebes,  saya melakukan ritual jeda berkarya mural jalanan dan segala aktifitas keramaian menciptakan kegelisahan tersendiri yang mengendap menjadi ide'ide menumpuk dan harus segera dimuntahkan ke media mural," kata Gus Bill yang juga Ketua Milisi Brebes Bermural (MBB), Sabtu (8/8).

Dia menambahkan, selain dinding bangunan, kanvas, termasuk juga saat ini di atas media multiplek papan panjat dinding yang sedang dibuat dan akan dibangun oleh "Seduluran Ndas Mumet" sebagai bentuk hibah kepada lahan ruang terbuka masyarakat di bantaran Sungai Pemali Desa Pebatan, Brebes, untuk sarana pelengkap olahraga panjat dinding guna menampung minat bakat pada olahraga panjat dinding

Branding karakter atau viri khas karya Seniman Gus Bill yaitu mural 'Mata Hati' sudah sangat familiar di masyarakat Indonesia.

Dalam dunia street art jalanan seakan mengidentikkan 'Mata Hati' bagian dari Kabupaten Brebes.  Sebab diciptakan dan dikembangluaskan di Kabupaten Brebes yang notabene penghasil bawang merah dan telur asin yang tata letak geografis berada di jalur Pantura Jawa Tengah.

"Saya menggoreskan karya 'Mata Hati' di atas media papan panjat tersebut, sebab sudah menjadi ikon dari FPTI Kabupaten Brebes. Yang diketuai Oleh Moh Syamsul Haris SH MH yang juga Kabag Hukum Setda Kabupaten Brebes," kata Gus Bill.

Gus Bill memgemukakan, dirinya rela membuat karya mural 'Mata Hati' ini secara cuma- cuma, tanpa bayaran sepeser pun di atas media papan panjat  dinding yang nantinya akan dipasang di bantaran Sungai Pemali.

"Karya mural ini sebagai sebuah kontribusi dan persahabatan kekeluargaan dengan Seduluran 'Ndas Mumet' Brebes, dan saya sangat mendukungnya," terang  Gus Bill.

Sementara, Ketua Panitia Pembangunan Papan Panjat Dinding Seduluran Ndas Mumet, Kang Mas Gusti, mengemukakan,  pemberian hibah papan panjat sebagai sarana olahraga masyarakat di bantaran Sungai Pemali Desa Pebatan sebagai wujud kepedulian sekaligus program kerja tidak tertulis dalam sosial kemasyarakatan

"Seduluran Ndas Mumet  ingin turut berkontribusi positif dan bermanfaat untuk masyarakat, atas lahan bantaran di bidang olahraga panjat dinding yang kebetulan disetujui oleh Kepala Desa Pebatan," pungkas Kang Mas Gusti.

 

Penulis : ero
Editor   : edt