Siswa Daerah Terpencil Kesulitan Belajar, Pers dan Mitra Kerja Bantu Alat Komunikasi


Komunitas Pers dan Mitra Media memandu siswa MTS Pakis, Dusun Pesawahan, Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, yang sedang belajar. Siswa daerah terpencil tersebut dibantu alat komunikasi karena kesulitan belajar jarak jauh

BANYUMAS, WAWASANCO- Komunitas Pers dan Mitra Kerja  di wilayah Banyumas melakukan aksi sosial    membantu sejumlah siswa di daerah terpencil yang kesulitan belajar di tengah pandemi.   Diantaranya pelajar di  MTS Pakis, Dusun Pesawahan, Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas.

“Mereka kesulitan untuk mengikuti proses pembelajaran. Kondisi sekolah mereka yang berada di lereng selatan gunung salet sekitar 20 kilometer dari kota purwokerto membuat relawan tenaga pendidik dari Purwokerto sulit untuk menjangkau mereka, terlebih pada masa pandemi tidak boleh kegiatan belajar tatap muka ini sembuat kegiatan belajar siswa siswi terganggu,” kata Robi Sofyan Amin, salah satu wartawan  yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Sabtu (8/8).

Kepala sekolah MTS Pakis Isrodin membenarkan hal itu. Diungkapkan,  kondisi sekolah dan pemikiman warga yang berada di tepi hutan membuat proses kegiatan belajar mengajar sulit dilakukan. “untuk melakukan ujian secara on line para siswa harus keluar dari sekolah dan kampung untuk menuju ke bukit agar bisa mendapatkan jaringan internet seluler”.

 

Untuk mengatasi masalah ini, Komunitas Pers dan Mitra Kerja bekerja sama dengan ROTARI memberikan bantuan berupa radio komnikasi HT sebanyak 6 buah serta satu unit pemancar repiter. Dengan menggunakan radio komunikasi ini, para siswa bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara langsung dua arah bahkan dari jarak 20 kilometer, siswa berada di rumah masing masing sementara pengajar bisa melakukan pengajaran dari Purwokerto.

Menurut ketua ORARI Lokal Banyumas DR dr Muhamad Rifqy Setyanto, “dengan menggunakan radio kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan dari jarak jauh dan bisa dialkukan secara dua arah, guru dapat memberikan materi pengajaran dan para siswa juga bisa mendengar dan menanyakan bahkan dari jarak yang cukup jauh, kalua dari MTS Pakis sampai ke Purwokerto mencapai 20 kilometer”.


Setelah dilakukan uji coba, dengan menggunakan radio komunikasi, kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dari jarak jauh dengan biaya yang sangat murah. Edi Wahono aktifis Pers dan Mitra Kerja  akan menindak lanjuti hal ini dan mendorong Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah untuk mengembangkan sistim Kegiatan Belajar Mengajar Dengan Menggunakan Radio Komunikasi. “Pemerintah Kabupaten Banyumas sudah seharusnya mengembangkan sistim pembelajaran dengan radio komunikasi di beberapa tempat lain yang sulit untuk akses internet,” imbuhnya.

Penulis : -
Editor   : jks