Kasus Corona di Kota Magelang Naik, Belajar Tatap Muka Ditunda


MAGELANG, WAWASANCO- Pemerintah Kota Magelang menunda rencana kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah, menyusul  kembali naiknya grafik kasus Covid-19 di Kota Magelang.

"Saya sangat prihatin, Kota Magelang sempat hijau  lebih dari satu bulan. Waktu itu kita sedang merumuskan merencanakan masuk sekolah tatap muka, dengan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah siswa. Tetapi  terpaksa kita tunda lagi karena grafik kasus Covid-19 kita naik," kata Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, Selasa (11/8).

Sigit mengatakan, naiknya kembali angka kasus Covid-19 di Kota Magelang karena masih ada  masyarakat yang belum memahami definisi era adaptasi kebiasaan baru. Selain itu, ada juga masyarakat  yang menganggap era tersebut sudah tidak ada ancaman virus sehingga bebas melakukan aktivitas tanpa mematuhi protokol kesehatan.

Menurutnya,  dalam waktu dekat Pemkot Magelang  segera melakukan evaluasi terkait naiknya kasus konfirmasi Covid-19  beberapa hari terakhir. Untuk itu, ia meminta  Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Magelang  untuk  aktif terjun ke lapangan, memantau semua kondisi pencegahan agar tren virus corona bisa dikendalikan.
"Untuk Peraturan Walikota (Perwal) sudah tahap final, tetapi kita ingin muatannya tidak membebankan masyarakat. Aturan dibuat untuk melindungi warga kita, bukan malah mengadili mereka. Yang terpenting protokol kesehatan itu harus berasal dari hati masyarakat supaya sehat, bukan karena takut dengan aturan," katanya.
Pada kesempatan itu, Sigit  meminta masyarakat untuk betul-betul disiplin menerapkan protokol kesehatan.  Sebab Covid-19  masih menjadi ancaman serius meskipun memasuki era adaptasi kebiasaan baru.

Selain itu, ia juga mengingatkan, sebaiknya masyarakat tidak bepergian jika memang tidak mendesak. Selain itu jangan menerima tamu dari luar daerah yang menginap.
"Banyak kasus yang terjadi sekarang karena bepergian, tinggal beberapa waktu di luar daerah, kemudian pulang lagi ke Magelang membawa virus. Ini yang kita sesalkan. Jadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah untuk tidak bosan-bosan dan selalu mengedukasi warga agar selalu patuh dengan protokol kesehatan," katanya.

 Seperti diketahui , hingga Selasa 11 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB, menyebutkan korban meninggal dunia karena kasus virus corona menjadi total 21 orang. Pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit mencapai 10 orang, pasien menjalani isolasi mandiri 14 orang,  pulang ke rumah setelah menjalani isolasi sebanyak sembilan orang  dan pulang sembuh 45 orang.

Penulis : widias
Editor   : edt