Kolaborasi Kampus Merdeka, UPGRIS Siap Dampingi Pembangunan Desa


Staf Khusus Kemendes PDTT, Nasrun Annahar, S.AP., M.AP, dalam Webinar Pembekalan KKN Membangun Desa dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis KKN Menyongsong Merdeka Belajar,

SEMARANG, WAWASANCO - Perguruan tinggi harus berperan dalam pembangunan desa. Termasuk untuk membangun SDM unggul, serta transformasi ekonomi perdesaan.

Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Nasrun Annahar, S.AP., M.AP, dalam Webinar Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Membangun Desa dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis KKN Menyongsong Merdeka Belajar," di ruang seminar gedung pusat lantai 2 UPGRIS jalan Sidodadi Timur Nomor 24 Semarang, , Selasa (11/8).

"Berdasarkan data per Maret 2019, tingkat kemiskinan di desa masih 12,85 persen atau sekitar 15,15 juta penduduk. Sementara, kenaikan pendapatan per kapita penduduk desa hanya sekitar 6 persen. Demikian juga dengan tingkat pendidikan pekerja di desa, yang tidak sekolah sampai lulus SD mencapai 69 persen," terangnya.
Selain itu, dengan berbagai potensi yang dimiliki, ternyata akes pasar masih sangat terbatas. termasuk dalam pengembangan produk unggulan, belum terintegrasi vertikal. "Selain itu juga belum tersedianya industri pasca panen, sampai minimnya permodalan dan keterlibatan swasta," tambahnya.

Untuk itu, pihaknya mendorong perguruan tinggi dengan konsep kampus merdeka, untuk bisa membantu masyarakat desa dalam mengatasi beragam persoalan yang ada. Termasuk melalui magang atau kerja praktek. "Istilahnya lewat program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mulai dari mengajar di sekolah, penelitian atau riset, mendorong kegiatan wirausaha, hingga proyek desa. Bisa proyek sosial untuk membantu masyarakat dalam membangun ekonomi rakyat, infrastruktur dan lainnya," terangnya.

Tidak hanya itu, proyek di desa tersebut juga bisa dilakukan bersama dengan BUMdes, koperasi atau organisasi desa lainnya. "Pada intinya, untuk membantu masyarakat desa, dalam mengatasi persoalan yang ada, hingga meningkatkan perekonomian rakyat," tandasnya.

Selain Nasrun, dalam webinar yang diselenggarakan Lembaga Penelian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UPGRIS tersebut, juga menghadirkan Ir. Udrekh, SE., M.Sc. (Direktur Sistem Penanggulangan Bencana Deputi Bidang Sistem dan Strategi  BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dengan moderator dosen UPGRIS, Dr. Arri Handayani, M.Si. 

Sementara, Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum menjelaskan kegiatan ini kerjasama UPGRIS, Kemendikbud, Kemendesa, dan BNPB. “Kegiatan ini sebagai bentuk Dharma ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat. Mampu memberikan pencerahan atau inspirasi untuk melaksanakan KKN tematik di desa masing-masing," paparnya.
Ditambahkan, UPGRIS melaksanakaan KKN tematik sudah hampir 10 serta dipilih sesuai dengan perkembangan. Untuk itu sebagian mahasiswa sudah mempertimbnagkan kesehatan serta psersiapan di tengah pandemi ini. 

"Bekal yang harus dimiliki oleh para mahasiswa bagaimana menjaga diri, memberi contoh kepada masyarakat. KKN UPGRIS selama ini lebih banyak tematik pemberdayaan masyarakat di Jawa tengah,” tandasnya. 

Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan KKN LPPM UPGRIS, Arisul Ulumuddin, S.Pd, M.Pd, menambahkan pelaksanaan KKN 2020, akandilaksanakan 17 Agustus - 17 September 2020.

"Tema khusus Covid-19 Kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, ketahanan ekonomi, pemahaman masyarakat, pendidikan selama pandemi, kebijakan pemda dalam pencegahan covid-19, implementasi adaptasi kebiasaan baru, risiko bencana," terangnya.

Selain itu, dalam KKN kali ini juga mengusung tema Literasi dan Numerasi, berupa pendampingan belajar siswa PAUD dan SD dari domisili rumah masing-masing lingkup desa, wisma, RT atau RW. 

"Kegiatan akan diikuti sebanyak 1.218  mahasiswa, yang terbagi menjadi 103 kelompok dari 21 Prodi, dengan dosen pendamping lapangan (DPL) KKN-T sejumlah 45 . Mahasiwa berasal dari penjuru Provinsi di Indonesia. Diantaranya di seluruh Kab/Kota Prov Jateng, kemudian Bangka Barat, Belitung Timur, Bengkulu Selatan, Jaya Wijaya, Karawang, Waringin Barat, Lampung, Jambi, Jakarta, Palangaraya, Batam, NTT, hingga Aceh,” pungkas Arisul.

 

Penulis : arr
Editor   : edt