Tangkal Penularan Covid-19 dengan Gercinta


UNGARAN, WAWASANCO – Gerakan cuci tangan serentak (Gercinta) yang dilaksanakan di Kecamatan Bandungan dinilai efektif menekan tingkat penularan virus Corona.

Hal tersebut disampaikan Camat Bandungan Anang Sukoco saat mendampingi kunjungan kerja Bupati Semarang di dua pondok pesantren kawasan Bandungan, Kamis (13/9/2020). Menurutnya, dengan melaksanakan Gercinta secara rutin, masyarakat menjadi sadar akan pentingnya cuci tangan.

“Gerakan cuci tangan serentak itu ternyata efektif untuk menekan laju penularan virus Corona. Kita akan terus lakukan dan kesadaran masyarakat juga semakin tinggi,” terangnya.

Disampaikan, Gercinta dilakukan rutin. Setiap hari, warga diimbau mencuci tangan memakai sabun pada pukul 09.00, 12.00, dan 15.00 WIB. Pelaksanaannya pun diawasi secara ketat, sehingga warga patuh.

Pengawasan, lanjut Anang, lebih intensif dilakukan di tiga pasar tradisional yang pernah menjadi episentrum penyebaran, yakni Pasar Bandungan, Jetis, dan Jimbaran. Hasilnya, sejak awal minggu kedua Agustus, tidak ada penambahan kasus positif Corona baru. Padahal, sebelumnya pada Juli lalu, Bandungan berada pada zona merah.

“Kewajiban memakai masker juga kita terapkan secara ketat. Alhamdulillah Bandungan sekarang zonanya turun ke zona oranye,” imbuhnya.

Terkait penerapan protokol kesehatan di pondok pesantren (ponpes), Bupati Semarang Mundjirin menghargai dukungan para pengasuh untuk mencegah penyebaran virus Corona di lingkungan ponpes.

“Kita berterima kasih atas dukungan para pengasuh ponpes yang bersedia menerapkan protokol kesehatan di lingkungan ponpes,” ungkapnya saat mengunjungi Ponpes Darul Amal Desa Kenteng dan Ponpes Al Masudiyah Jimbaran.

Pengasuh Ponpes Darul Amal Kenteng KH Muwan Adzani menerangkan, penerapan protokol kesehatan dilakukan secara ketat. Pasalnya, ratusan santri yang menimba ilmu di sana ada yang berasal dari zona merah kasus Covid-19.

“Santri kami ada yang berasal dari Jakarta, Sumatera, Sulawasi dan Kalimantan, selain dari wilayah Jawa Tengah. Sebelum masuk ke pondok mereka telah dites kesehatan sesuai anjuran Pemerintah,” paparnya.

Ditegaskan, penerapan protokol kesehatan seperti cuci tangan dan jaga jarak dilaksanakan secara ketat. Dia juga mengatakan penerapan itu tidak mengganggu pelaksanaan belajar mengajar maupun kegiatan ibadah berjemaah lainnya.

Penulis : rls
Editor   : edt