JEPARA- Masalah pengelolaan sampah di Kabupaten Jepara masih menghadapi beberapa persoalan. Selain masalah sarana dan prasarana, persoalan yang masih muncul adalah mengenai mentalitas masyarakatnya sendiri. Kebiasaan mengelola sampah dengan bijak dan benar, di beberapa wilayah masih terabaikan. Kesadaran untuk membuang sampah secara bertanggung jawab dan sehat belum semua dimiliki warga masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Jepara, Fathurohman menyatakan upaya memberikan kesadaran bagi masyarakat akan terus dilakukan pihaknya. Sebab masalah pengelolaan sampah sepanjang waktu akan terus bertambah seiring bertambahnya penduduk. Saat ini saja setiap bulan volume sampah yang terdeteksi dihasilkan warga Jepara jumlahnya mencapai 1.123 ton.
“Sampah sebanyak 1.123 ton setiap bulan itu yang diketahui masuk ke TPA. Padahal tidak semua sampah dari seluruh penjuru Jepara masuk ke TPA. Jadi jumlah itu dipastikan bisa lebih banyak lagi setiap bulannya,” ujar Fathurohman, Rabu (1/11).
Di luar itu, masalah terbatasnya jaringan pelayanan pengelolaan sampah juga masih menjadi satu hal yang harus terus ditingkatkan. Ke depan DLHK akan menambah TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) di beberapa tempat. TPST sendiri merupakan layanan pembuangan sampah yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Secara swadaya masyarakat bisa membuang sampahnya ke masing-masing TPST, yang kemudian oleh DLHK akan diteruskan ke TPA.
Saat ini di Jepara sampai sejauh ini baru ada 5 TPST, yang berada di Mulyoharjo, Karang Kebagusan, Mayong, Bangsri dan Gemulung (Pecangaan). Sedangkan TPA saat ini baru ada 2 buah, dengan kapasitas yang sudah mendekati habis pada salah satunya. Masalah sarana pengangkutan sampah juga menjadi persoalan, karena dengan semakin banyaknya volume sampah, dibutuhkan tambahan sarana pengangkut.
“TPST yang ada nantinya akan membantu keberadaan Bank Sampah yang saat ini juga sedang kami galakan. Dengan Bank Sampah, diharapkan penanganan sampah bisa dilakukan sejak dari hulu. Sehingga TPA hanya akan menggarap sisanya,” jelas Fathurohman.
Penulis :
Editor :