ASN Terpapar Corona, Pelayanan Setda Kendal Ditutup


KENDAL, WAWASANCO-Pelayanan tatap muka perkantoran di lingkungan Setda Kendal ditutup sementara sejak Kamis (13/8) sampai Minggu (16/8). Hal ini sesuai instruksi bupati Kendal Mirna Annisa, karena banyaknya ASN di lingkungan Setda yang terpapar virus Corona.

Kebijakan ini diambil, karena pada pekan ini di lingkungan perkantoran Setda Kendal menjadi klaster penyebaran Covid-19. 

Menyusul, angka ASN yang positif kian bertambah. Namun khusus Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) yang melayani pegawai notaris untuk legalisir tetap dibuka.

Itupun dibatasi waktunya, mulai jam 10.00 - 11.00 WIB saja. Semua tamu yang masuk ke lingkungan Setda Kendal juga harus mengikuti tes suhu dan disarankan untuk kembali, karena tidak ada layanan tatap muka.

Hingga hari ini, jumlah ASN yang terpapar Covid-19 ada 25 orang. Sedangkan ASN yang ada di luar Setda ada tiga orang yang terpapar, yakni 2 ASN dari kantor Inspektorat dan satu Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kendal, Agus Dwi Lestari mengatakan, sesuai instruksi bupati, pihaknya tidak mengadakan layanan tatap muka. 

Sehingga sebagian ASN bekerja di rumah, sebagian lainnya masuk.

"Untuk layanan sementara ditutup, kecuali dari notaris yang minta legalisir. Itupun waktunya dibatasi hanya satu jam,  itupun idak bertatap muka dan harus mematuhi protokol kesehatan," ungkap Agus Dwi, Kamis (13/8).

Sementara itu, Sekda Kendal, Muh Toha menjelaskan, pada awalnya pihaknya hanya memberlakukan sistem kerja Work From Home (WFH), yaitu pegawai yang masuk kantor hanya 50 persen secara bergantian.

"Namun melihat bertambahnya jumpah pegawai yang positif Covid-19, maka pada hari Rabu (12/8/2020) kemarin, kami ambil tindakan untuk meniadakan pelayanan tatap muka di seluruh kantor OPD di lingkungan Setda Kendal. Pelayaman kami arahkan secara online, seperti pajak dan retribusi di Bakeuda, BKPP dan Baperlitbang," Terang Muh Toha.

Menurutnya, tiga kantor yang banyak ditemukan positif. Selain itu, ada di bagian umum, bagian pembangunan dan staf Setda Kendal. Oleh karena itu, antisipasi dilakukan agar tidak ada lagi penularan.

"Kebijakan WFH yang diberlakukan kembali di seluruh OPD Pemkab Kendal, masih terus dilakukan hingga tren perkembangan Covid-19 mengalami penurunan," jelas Muh Toha.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, dr Budi Mulyono mengatakan, pihaknya kembali melakukan swab di kantor lingkungan Setda Kendal dan rumah dinas Bupati pada Rabu (12/8) kemarin. 

"Sedikitmya ada 70 orang yang menjalani tes swab kemarin," ungkapn dr Budi. 

Penulis : Hanief
Editor   : jks