LPSK RI Apresiasi Positif Penegakkan Hak Restitusi di Jateng


Kajati Jateng Priyanto saat memberikan keterangan kepada media, terkait penegakkan Hak Restitusi korban tindak pidana anak di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Kamis (13/8).

WONOSOBO, WAWASANCO - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI, memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, yang telah menegakkan hak restitusi atau ganti rugi kepada korban tindak pidana anak, yang terjadi di Kabupaten Wonosobo. 

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua LPSK RI Hasto Asmojo Suroto, didampingi Wakil Ketua Antonius PS Wibowo dan dihadiri  Kajati Jateng Priyanto, di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosobo, Kamis (13/8).

"Apresiasi dan penghargaan kita berikan kepada Kejati Jateng, khususnya Kejari Wonosobo dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menangani kasus kekerasan seksual kepada anak yang terjadi di Wonosobo," papar Hasto Asmojo Suroto.

Dipaparkan, dari LPSK memfasilitasi restitusi sekaligus memberikan rehabilitasi psikologis , sebab korban mengalami traumatis atas kejadian yang menimpanya. "Alhamdulillah Kejari Wonosobo dan JPU menyambut dengan baik, sehingga memasukan tuntutan restitusi ini kedalam tuntutan," jelasnya.

Disatu sisi, meski nilai restitusi yang diberikan tidak cukup tinggi, berjumlah Rp 6,3 juta, namun secara substansif itu merupakan hal yang sangat besar. 

"Hal ini merupakan tonggak dari hak para korban, karena merupakan paradigma baru dalam sistem peradilan di Indonesia," tegasnya. 

Sementara, Kajati Jateng  Priyanto, menyambut baik apresiasi psoitif yang diberikan LPSK RI kepada Kejati Jateng, khususnya Kejari Wonosobo. Mengingat Kejaksaan tengah berjuang, menuju zona integritas wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM).

"Ini suatu alat bukti bahwa, kejaksaan kini lebih terbuka dalam pelayanan publik termasuk menegakan hak-hak korban. Kita membuka diri pada korban, dengan memperjuangkan hak-haknya. Kejaksaan berdiri bukan di atas pesakitan tapi peradilan. Kedepan akan terus kita gali hak-hak korban," paparnya.

Priyanto mengatakan, di tahun 2020 ini sudah terdapat dua korban yang mendapat restitusi di Jateng.

"Di Jateng sudah ada dua dan akan terus kita gali. Tentu kita tidak mau ada korban kejahatan atau kekerasan seksual kepada anak seperti yang terjadi di Wonosobo ini. Untuk itu hak korban haru diperjuangkan bersama," pungkasnya. 

Penulis : rls
Editor   : edt