Di Surakarta, Bayar Denda Tilang Bisa Dilakukan di Kantor Pos


Seorang warga tengah membayar denda tilang pelanggar lalu lintas melalui mobil pelayanan Kantor Pos (Bagus Adji W)

SOLO, WAWASANCO- Pembayaran denda tilang bagi pelanggar lalu lintas di Surakarta, selain bisa dilaksanakan di Kantor Kejaksaan Negeri  (Kejari) setempat kini juga dapat melalui Kantor Pos. Kepastian ini muncul, menyusul  langkah Kejari Surakarta, membuat inovasi peningkatan layanan public, terutama dalam kebijakan pelaksanaan keputusan pembayaran tilang pelanggar lalu lintas serta pengembalian barang bukti yang akomodatif dan transparan.

 

"Dengan menggandeng PT Pos,  pembayaran denda tilang saat ini tidak hanya dilayani di Kantor Kejari Surakarta tapi juga di kantor pos di seluruh Surakarta. Bahkan bulan depan sudah bisa online secara nasional," jelas Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta,  Nanang Gunaryanto, kepada wartawan di Kantor Kejari Surakarta, Kamis (13/8).

 

Adanya layanan pembayaran tilang melalui kantor pos , lanjut Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta,  Nanang Gunaryanto, maka pelanggar lalu lintas yang bukan warga Solo bisa membayar denda di kantor pos terdekat. Selain memudahkan, sistem pembayaran semacam itu juga untuk mengurangi kerumunan warga di tengah pandemi Covid-19 sebagaimana saat ini. Tidak hanya melayani pembayaran denda tilang saja, tapi Kantor Pos juga bisa mengirimkan barang bukti ke alamat yang bersangkutan dengan tambahan biaya untuk ongkos kirim. Biayanya yakni  Rp13.500 untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY serta Rp20.000 untuk di luar wilayah Jawa Tengah dan DIY.

 

Inovasi yang dilakukan Kejari Surakarta merupakan bagian dari transparansi dan menuju zona integritas wilayah bebas korupsi. Untuk menuju wilayah bebas korupsi ada enam area perubahan salah satunya yakni peningkatan layanan publik. Layanan pembayaran tilang melalui kantor pos ini juga didukung dari Pengadilan Negeri (PN) Surakarta. "Inovasi ini juga merupakan Rancangan Proyek Perubahan (RPP) yang diwajibkan dibuat saat mengikuti Diklat Kepemimpinan tingkat II di Semarang. Ini semua juga akan diupload dalam website Kejari sehingga transparan," jelasnya.

 

Masih dalam kesempatan sama Kepala Kantor Pos Besar Solo, Wendy Nugroho mengatakan layanan pembayaran denda tilang semacam ini sangat efektif bagi masyarakat. "Cukup datang ke kantor pos terdekat  sudah bisa begitu juga untuk pengiriman barang bukti. Nanti ada dua pilihan apakah akan mengambil sendiri di kantor Kejari atau dikirim lewat pos," kata Wendy sembari menambahkan pada tahap pertama kemarin baru  sekitarr 50 orang yang menggunakan layanan kantor pos. Tapi saat ini warga yang memilih membayar lewat kantor pos jumlahnya lebih banyak.

Penulis : baaw
Editor   : edt