Hewan ternak yang dijual di pasar hewan Grobogan. Dimusim awal penghujan daun muda menjadi ancaman sakit diare pada hewan.Foto: Felek Wahyu
GROBOGAN- Awal musim hujan yang mulai terjadi di Kabupaten Grobogan, membuat sejumlah ternak terancam diare dan perut kembung. Bukan dinginnya udara pagi, namun lebih karena ketersediaan pakan.
Riyanto, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Grobogan, kepada Wawasan.co, Kamis (2/11) menjelaskan, di awal musim hujan ribuan ternak baik kambing, sapi maupun kerbau yang dipelihara peternak Kabupaten Grobogan terancam diare lantaran kondisi pakan yang kurang baik.
“Musim kemarau memang ketersediaan rumput segar terbatas. Namun, awal musim hujan risiko hewan mengalami diare lebih tinggi. Ancaman muncul dari pakan,” ungkap Riyanto.
Air hujan yang turun, memicu tumbuhnya ranting muda atau lebih disebut tunas. “Musim hujan menjadi awal musim semi. Tumbuhnya daun muda, seakan tanah kembali menghijau. Ketika kemarau kecoklatan karena mengering, awal musim hujan mulai menghijau karena semi. Daun muda ini yang beresiko membuat hewan kembung bahkan diare,” tambahnya.
Rendahnya serat kasar pada daun muda ditambah tingginya kadar air bisa berisiko terhadap kesehatan hewan khususnya pada ancaman diare. Kondisi tersebut, diketahui mayoritas oleh peternak. Namun, ancaman lebih tinggi pada hewan yang digembalakan. Hewan yang asal makan rumput punya resistensi lebih tinggi.
“Ketika peternak tidak mengetahui membuat mereka nekat memberi makan hewan dengan rumput muda yang kandungan Mg nya rendah bisa membuat ternak mengalami grass tetani atau kejang,” katanya sembil menambahkan terus melakukan pengawasan.
Selain pengawasan kesehatan, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan menggalakkan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Program Upsus Siwab ini meliputi kegiatan penanganan gangguan reproduksi, Inseminasi Buatan (IB), PKB Hasil IB, bantuan pakan dan penyuluhan betina produktif. Targetnya ada 80 ribu sapi betina mengalami kebuntingan.
Dengan asumsi betina produktif mencapai 90 ribu ekor, tahun ini target perolehan IB mencapai 80.000 ekor dan kebuntingan 73 persen atau 58.400 ekor. Sementara hingga akhir Juni 2017 lalu, perolehan IB baru mencapai 35 % atau 45.921 ekor.
Demi mendukung program tersebut, saat ini sudah ada 43 orang petugas inseminator dan 9 pembantu yang siap melayani masyarakat. Mereka tersebar di 34 wilayah kerja yang telah ditentukan. Petugas akan memberikan pelayanan IB gratis hingga 30 November 2017.
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan populasi sapi, khususnya di Kabupaten Grobogan. Tak hanya itu pendapatan peternak bertambah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Riyanto, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan, melalui Kabid Produksi Peternakan, Hadi Susianto.
Penulis : fww
Editor :