Tugas Liputan,  Dua Anggota PWI Brebes Dianiaya


Agus Simpe melaporkan kasus penganiayaan yang menimpa dirinya ke Polres Brebes, Selasa (2/9). Foto. Eko Saputro

BREBES, WAWASANCO - Dua anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Brebes menjadi korban tindak penganiayaan saat menjalankan tugas liputan di Balai Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Brebes,  Rabu (2/9). Kedua wartawan tersebut, masing-masing Agus Supramono (Semarang TV) dan Eko Fidiyanto (Radar Tegal) mengalami tindak kekerasan saat meliput agenda mediasi dugaan selingkuh yang melibatkan Kades Cimohong, berinisial Gun.

Akibat kejadian itu, Agus Supramono yang akrab disapa Agus Simpe ini mengalami luka serius di bagian belakang kepala dan mendapat tiga jahitan. Tidak itu saja, dia juga mengalami luka lebam di bagian pelipis kanan akibat terkena pukulan. Sementara, Eko Fidiyanto sempat terkena tendangan di bagian perut. Bahkan, tangkai kacamatanya turut patah.

Agus Simpe yang mengalami luka serius selanjutnya menjalani visum di RSUD Brebes dengan didampingi Eko Fidiyanto. Kemudian, kedua wartawan ini mendatangi Polres Brebes untuk melaporkan tindak penganiayaan yang dialaminya.

Agus Simpe kepada wartawan mengatakan, sebelum kejadian dirinya bersama Eko (Wartawan Radar Tegal) datang ke Balai Desa Cimohong dalam rangka peliputan agenda mediasi dugaan selingkuh yang melibatkan kades setempat. 

"Ketika hendak masuk ruang mediasi di Balai Desa Cimohong, ada orang tak dikenal berjaga di depan pintu. Akhirnya, kami lewat belakang dan berhasil.masuk. Namun disuruh keluar oleh orang tak dikenal karena bilangnya wartawan tidal boleh meliputi karena kaitannya dengan aib desa," terang Agus Simpe.

Dia menambahkan, seketika itu juga dirinya keluar ruangan tersebut. Namun tak lama kemudian, ada kegaduan di dalam ruangan dan dirinya kembali masuk bersama Eko. 

"Saya sama Eko dihalang-halangi lagi saat mau mengambil gambar. Namun entah kenapa, saat saya keluar banyak orang mengejar. Saya meminta Eko untuk.lari menyelamatkan diri dan sebisa mungkin melindungi diri dari pengeroyokan oleh orang-orang tak dikenal. Padahal, mereka juga tahu kalau kami berprofesi sebagai wartawan," kata Agus Simpe.

Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah Amir Machmud NS dalam pernyataan sikapnya mengecam dan mengutuk keras penganiayaan wartawan di Brebes, serta mendorong aparat untuk mengusut dan menyelesaikannya secara hukum.

"Mengutuk semua bentuk kekerasan, baik verbal maupun fisik yang dilakukan oleh orang terhadap orang, maupun orang terhadap lingkungan, serta mengajak semua orang dari profesi apa pun untuk membangun kehidupan yang beradab, harmonis, dan bertata hukum," tandasnya.

Dikatakan, pihaknya meminta semua anggota masyarakat dan aparat hukum untuk memahami tugas profesi kewartawanan yang diatur dan dilindungi di dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

"Tim Pembelaan Wartawan PWI Jateng siap memberikan pendampingan hukum," pungkas Amir Machmud.


 

Penulis : ero
Editor   : edt