Para peserta Triatlon nomor Sprint tengah bersiap sebelum beradu cepat dalam sesi renang sejauh 1.500 meter di Pantai Bandengan, Jepara, Sabtu (4/11).
JEPARA- Olahraga Triathlon sejauh ini sudah diperlombakan di Olimpiade. Namun di tanah air, kiprah olahraga ini masih belum sepenuhnya familiar di masyarakat. Cabang olahraga yang menggabungkan kemampuan berenang, bersepeda dan lari ini masih belum masuk dan diakui oleh KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). Namun karena potensinya, Jepara tetap berani menggelar event Jepara Triathlon 2017 selama dua hari (4-5 Nopember).
Bupati Jepara, Ahmad Marzuki menyatakan, even Jepara Triatlon akan digunakan sebagai salah satu media untuk mempromosikan dunia pariwisata di Kabupaten Jepara. Melalui para peserta yang datang dari berbagai daerah dan negara, event ini akan digunakan sekaligus sebagai sarana promosi pariwisata. Karena itu pihaknya sangat mengapresiasi dilaksanakannya event ini.
“Saya minta kepada para atlet Triathlon yang mengikuti kejuaraan ini untuk menjadi agen kami dalam mengenalkan pariwisata kami. Event ini akan kami jadikan sebagai agenda rutin tahunan bagi Jepara,” ujarnya dalam acara Gala Dinner, Jum’at (3/11) malam.
Sementara itu Panitia Central Java Triatlon Jepara 2017, Andang Wahyu T menyatakan tahun ini ada 115 Triatlon yang mengikuti event ini. Mereka datang dari berbagai daerah dan ada dua peserta dari Swedia. Jumlah peserta ini mungkin memang kurang mencerminkan sebuah antuasiasisme masyarakat. Namun setidaknya sudah lumayan jika dibandingkan dengan event yang sama yang digelar di Bintan.
“Triatlon memang cabang olahraga yang belum popular. Namun olahraga ini memiliki tantangan tersendiri. Ke depan hanya perlu sosialisasi lebih massif saja, sehingga event ini bisa berlangsung meriah seperti di luar negeri,” ujar Andang Wahyu, Minggu (5/11).
Terpisah Ketua FTI (Federasi Triatlon Indonesia) Iik Suryani menyatakan olahraga triathlon memang belum sepenuhnya dikenal masyarakat. Saat ini di Jawa Tengah baru beberapa daerah yang sudah memiliki Pengcab FTI. Salah satunya adalah Jepara. Pada tahun 2018 diharapkan Triatlon sudah bisa masuk menjadi bagian dari KONI. Kemudian pada 2020 diharapkan juga sudah bisa dipertandingkan sebagai cabang eksebisi di arena PON (Pekan Olahraga Nasional).
“Kami akan bekerja keras lebih mengenalkan olahraga ini di JawaTengah. Di tingkat nasional sudah ada 20-an pengurus propinsi. Karena belum sepenuhnya memasyarakat, makanya olahraga ini belum maksimal dalam pengembangannya. Tapi kami optimis akan segera ada hasilnya,” ujar Iik Suryani, Minggu (5/11).
Penulis :
Editor : awl