Sakit Tak Kunjung Sembuh, Mbah Darmo Nekat Gantung Diri


Sragen –  Warga Dukuh Tenggaran RT 17, Desa Katelan, Kecamatan Tangen digemparkan dengan aksi nekat gantung diri yang dilakukan  Mbah Darmo Wiyono (75). Kali pertama kejadian tersebut diketahui oleh Ngatinem, istrinya, Sabtu (4/11), sekitar pukul 02.30 WIB.

”Sebelum ditemukan menggantung, sekitar pukul 02.00 WIB, Ngatinem masih sempat menyediakan makanan untuk suaminya. Saat itu dia masih melihat Mbah Darmo berada di dalam kamar,” kata Kapolsek Tangen, AKP Sartu, mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Sabtu (4/11).

Dari sejumlah keterangan yang berhasil dihimpun, Darmo Wiyono nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri pada pohon mangga, lantaran tak sanggup menahan sakit yang dideritanya selama lebih dari setahun. Bahkan, suatu hari korban sempat mengeluh kepada istrinya, ingin mengakhiri hidupnya dengan nyebur ke dalam sumur, atau gantung diri.

Kejadian itu pun oleh Ketua RT 17, Dukuh Tenggaran, Wahyono, langsung dilaporkan ke Polsek Tangen. Tak ada warga yang menurunkan jasad mbah Darmo dari tali gantungan, hingga petugas Polsek Tangen bersama tim Inafis Polres Sragen dan Puskesmas Tangen datang ke lokasi kejadian. “Hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Inafis Polres Sragen dan  tim medis, tak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Korban meninggal dunia murni akibat gantung diri”, terang Kapolsek Tangen AKP Sartu. Menurut AKP Sartu, keluarga korban sudah pasrah dengan kematian Mbah Darmo. Pihak keluarga juga tidak menginginkan jasad korban dilakukan otopsi. Jenazah Mbah Darmo akhirnya dimakamkan di desa setempat. 

Penulis : sw
Editor   :