Di Kendal, Tak Pakai Masker Didenda Rp 200 Ribu


KENDAL, WAWASANCO- Seratus lebih warga terjaring dalam Operasi Yustisi Serentak Nasional Kabupaten Kendal yang digelar Tim Gabungan. Kegiatan dipusatkan di perempatan traffic light Kecamatan Pegandon, Senin (14/9).

Tim gabungan dari Satpol PP, Polri, TNI, Dinas Perhubungan dan Kesbangpol Kendal merazia warga yang tidak membawa masker maupun yang membawa masker namun tidak dikenakan.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kendal, Ahmad Riyadi mengatakan, Operasi Yustisi hari ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.  Ditegaskan, operasi masker akan digelar minimal tiga kali dalam seminggu. Tujuannya untuk mencegah penyebaran covid 19 yang sampai saat ini masih cukup tinggi. "Razia kali ini dipusatkan di Pegandon, dengan melibatkan Satpol PP 40 personil, Polri 40 personil, TNI 40 personil dan Dishub 15 personil," jelasnya.

Di tempat yang sama, Kabag Ops Polres Kendal, AKP Winarno Panji Kusumo menjelaskan, operasi masker kali ini sudah menerapkan hukuman denda uang. Menurutnya, hal ini sebagaimana tertuang dalam Perbup nomor 67 tahun 2020, yaitu bagi yang melanggar protokol kesehatan tidak memakai masker akan dikenakan denda maksimal Rp 200 ribu. "Sanksi denda sebenarnya sudah diberlakukan sejak Minggu kemarin, berdasarkan Perbup yang baru supaya dapat memberikan efek jera, sehingga akan selalu mematuhi protokol kesehatan," terangnya.

Sementara itu, Kasi Kebangsaan dan Kewaspadaan pada Kesbangpol Kendal, Puji Sumaryono menambahkan, untuk kali ini masih ada keringanan denda bagi yang terkena razia masker, yaitu hanya dikenakan denda sebesar Rp 20 ribu. "Kali ini masih ada kebijakan, dendanya hanya Rp 20 ribu. Khusus bagi yang masih di bawah usia 17 tahun, hukumannya berupa sanksi sosial, seperti menyapu, menyanyikan lagu Indonesia Raya atau menghapalkan Pancasila," ungkapnya.

Penulis : Hanief
Editor   : edt