Dosen PJKR UPGRIS Berhasil Raih Gelar Doktor Pendidikan Olahraga


DOKTOR : Dosen PJKR UPGRIS Agus Wiyanto, meraih gelar doktor Pendidikan Olahraga, usai mampu mempertahankan disertasi dalam ujian terbuka promosi doktor yang digelar Pascasarjana Unnes, Selasa (15/9).

SEMARANG, WAWASANCO - Disertasi berjudul 'Norma dan Tes Kondisi Fisik Pebulutangkis Usia 10-12 Tahun', berahasil mengantarkan Agus Wiyanto, meraih gelar doktor Pendidikan Olahraga.

Dosen Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Keolahragaan (FPIPSKR) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tersebut, mampu mempertahankan penelitian tersebut dalam ujian terbuka promosi doktor yang digelar Pascasarjana Unnes, Selasa (15/9).

Ujian terbuka disertasi tersebut menghadirkan penguji Prof. Agus Nuryatin, M.Pd., Prof. Dr. Hari Amirullah Rachman, M.Pd., Dr. Setya Rahayu, M.S., Prof. Dr. Sugiyanto, KS., S. Dr. Taufiq Hidayah, M.Kes., Dr. Sulaiman, M.Pd dan Prof. Dr. Tandiyo Rahayu, M.Pd. 

"Olahraga bulutangkis memiliki karakter olahraga cepat, maka pebulutangkis harus memiliki kualitas fisik, untuk mendukung pada performa yang maksimal terutama dengan menggunakan dua metabolisme energi yang meliputi aerobik dan anaerobik. Karakteristik olahraga bulutangkis, harus memiliki kapasitas fisik yang luar biasa terutama kecepatan, kekuatan serta daya ledak," papar Agus.

Hasil pengumpulan informasi dari pelatih cabang olahraga bulutangkis yang dilakukan melalui wawancara pada saat melakukan observasi pada bulan desember 2018 ternyata dalam meningkatkan kondisi fisik dan menyusun program latihan terdapat beberapa masalah. 

“Kendala yang sering dihadapi , meski pemain memiliki kondisi fisik yang baik , namun belum tentu dapat tampil dengan performa yang maksimal saat berada di lapangan. Bahkan banyak yang mengalami kelelahan," jelasnya.

Hal tersebut dimungkinkan karena tes kondisi fisik yang digunakan, untuk mengukur juga belum disesuaikan dengan karakteristik cabang olahraga bulutangkis. Akibatnya, berdampak terhadap pemberian program latihan yang selama ini diberikan.

Dari penelitian tersebut, telah dihasilkan produk berupa norma dan tes kondisi fisik pebulutangkis usia 10 -12 tahun, yang sesuai dengan karakteristik olahraga tersebut. 

Diantaranya berupa buku pedoman tes kondisi fisik pebulutangkis usia 10-12 tahun. Kmeudian aplikasi badminton physical fitness test (bpft) 10-12 years old, serta video pelaksanaan tes kondisi fisik pebulutangkis usia 10-12 tahun.

Hasil tersebut, juga dapat direkomendasikan sebagai tes kondisi fisik pada olahraga bulutangkis. 

Sementara, Rektor UPGRIS Dr. Muhdi, S.H., M.Hum, berharap  dengan bertambahnya doktor-doktor baru, harapannya bisa meningkatkan kekuatan UPGRIS dari segi SDM dosen dan kualitas layanan terhadap mahasiswa. 

"Gelar doktor yang diperoleh, diharapkan dapat mengembangkan profesionalisme sebagai dosen," pungkasnya.

Penulis : arr
Editor   : edt