Kekurangan Ribuan Guru di Banyumas Terus Meningkat


PURWOKERTO – Sepanjang Tahun 2017 ini, Kabupaten Banyumas kekurangan guru hingga ribuan. Dari 771 Sekolah Dasar (SD) negeri saja, tercatat mengalami kekurangan tenaga pengajar hingga 2.246 guru. Angka ini diprediksi akan terus meningkat, sebab akan banyak guru yang memasuki masa pensiun setiap tahunnya.

 Ketua PGRI Banyumas, Takdir Widagdo mengatakan, berbagai cara terus dilakukan untuk mengatasi kekurangan jumpah pengajar. Antara lain dengan merekrut guru wiyatabakti. Kemudian banyak guru kelas yang juga merangkap mengajar lebih dari satu mata pelajaran. Sistem tambal sulam ini sudah lama dilakukan pihak sekolah untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar.

 ?Permasalahannya sekarang, perekrutan guruwiyata bakti terus dilakukan, terutama jika ada guru yang pensiun. Namun, sebaliknya pengangkatan guru wiyatabakti masih sangat minim,? terangnya.

 Lebih lanjut Takdir mengungkapkan, keberadaan guru wiyatabakti sangat membantu dalam mengatasi masalah kekurangan tenaga pengajar. Dari 9.000 guru di Banyumas, hampir separuhnya merupakan guru wiyatabakti. Sehingga jumlah guru PNS dan guru wiyata bakti hampir seimbang.

 Ironis

 Ironisnya, banyak sekali guru wiyata bakti yang sudah bekerja puluhan tahun dan belum juga diangkat menjadi PNS. ?Menjadi sangat ironis, karena faktanya Banyumas kekurangan guru dan 4.500 guruwiyata bakti, nasib nya tidak jelas,? katanya.

 Dari data Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, dalam empat tahun ke depan mencapai 1.381 orang. Jika dirata-rata, maka setiap tahun ada guru yang pensiun kurang lebih 345 orang. Angka ini, tentu akan menambah banyak daftar sekolah yang kekurangan tenaga pengajar.

 Menurut Takdir, persoalan kekurangan tenaga pengajar ini, lambat-laun akan berpengaruh terhadap kualitas kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Hal ini berhubungan erat dengan kualitas peserta didik, sebagai generasi penerus.

Penulis :
Editor   :