SEMARANG, WAWASANCO- Pemakaian alat kontrasepsi bagi pasangan usia subur (PUS) di Jateng, masih perlu untuk ditingkatkan. Terutama penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), berupa implan dan IUD.
Selain itu, penurunan unmet need atau angka putus pakai kontrasepsi, juga masih perlu dilakukan, khususnya di daerah – daerah tertinggal, terpencil, perbatasan dan kepulauan, daerah aliran sungai (DAS) dan pesisir pantai.
"Hal yang tidak kalah penting, yaitu penurunan angka kelahiran pada remaja usia 15 – 19 tahun dengan meningkatkan usia perkawinan pertama dan penghindaran sex bebas pada remaja. Untuk itu, bisa mencapai semuanya itu, kita perlu bersinergi dengan berabagai pihak, termasuk dengan TNI," papar Kepala Perwakilan BKKBN Jateng, Martin Suanta, disela pencanangan TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK) tingkat Jateng di hotel UTC Sampangan, Semarang, Senin (14/9).
Dipaparkan, untuk mencapai sasaran strategis di atas, BKKBN hadir dengan cara baru dan semangat baru untuk membangun , menghidupkan, memelihara dan memantapkan serta mengarahkan kekuatan program Bangga Kencana.
Termasuk, BKKBN memerlukan mitra dalam percepatan pencapaian sasaran program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana . Salah satu mitra yang potensial adalah Tentara Nasional Indonesia (TNI).
"TNI dipandang memiliki anggota yang tersebar sampai ke pelosok tanah air. Selain itu, TNI juga memiliki fasilitas kesehatan cukup banyak yang dapat menunjang pelaksanaan pelayanan KB," terangnya.
Dijelaskan, dukungan TNI dalam percepatan pencapaian sasaran Program Bangga Kencana ini salah satunya dapat dilakukan melalui Kegiatan TNI KB Kesehatan di berbagai momentum yang ada. Melalui Kegiatan TNI KB Kesehatan, TNI dapat berkiprah secara nyata untuk mensukseskan Program Bangga Kencana.
"Dalam penguatan dengan TNI , maka bersama bersinergi membangun komitmen bersama untuk menciptakan kegiatan yang berhubungan dengan program kita secara harmonis," tambahnya.
Pihaknya pun berharap seiring dengan pencanangan kegiatan TMKK, TNI juga berperan serta dalam mendorong masyarakat untuk mengikuti program Bangga Kencana, baik menjadi akseptor KB maupun berpartisipasi aktif dalam upaya pembangunan keluarga.
Kemudian, memberikan bantuan berupa tenaga medis, tenaga penggerak, sarana dan prasarana kesehatan sesuai dengan batas kemampuan TNI. Selanjutnya, bisa mengoptimalkan pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi di fasilitas kesehatan TNI.
"Termasuk mendukung pelayanan KB di daerah tertinggal, terpencil, perbatasan dan kepulauan, daerah aliran sungai (DAS), pesisir pantai dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan TNI yang tersedia," lanjutnya.
Harapan lainnya, bisa bersama –sama membangun lingkungan masing-masing dalam upaya menghidupkan kelompok-kelompok yang sudah ada , hingga membangun kelompok yang belum ada, serta mengintegrasikan yang ada di lini lapangan, yang tercakup dalam Kampung KB.
MEMAPARKAN : Kepala Perwakilan BKKBN Jateng, Martin Suanta, disela pencanangan TNI Manunggal KB Kesehatan tingkat Jateng di hotel UTC Sampangan, Semarang, Senin (14/9)
Penulis : arr
Editor : edt