Jalan Anyar Blembem Jadi Primadona Baru Wisatawan


Jalan anyar Blembem yang menghubungkan Desa Candiyasan-Desa Keseneng mendadak jadi ramai pengunjung lantaran menyuguhkan pemandangan yang indah. Foto : Ilham Ardha

JALAN lingkar luar Kecamatan Kertek ,Wonosobo, yakni jalan penghubung Desa Candiyasan-Desa Keseneng, memberi berkah tersendiri bagi warga sekitar. Pasalnya, betonisasi jalan sepanjang 900 meter itu mendadak jadi wisata terkenal yang digandrungi ratusan pengunjung saat sorenya. Melihat peluang itu, ibu-ibu warga sekitar seperti Dukuh Kaliurip, Desa Damarkasihan, Kertek lantas membuka lapak di sekitar objek.
 
Alhasil, pundi pundi rupiah terus mengalir dampak hadirnya wisata. Sedikitnya ada 15 lapak yang berderet di samping kiri kanan beton yang juga menyuguhkan pemandangan tanaman teh disepanjang jalan. Jualannya beragam, mulai jajanan kecil ciki-ciki, gorengan, kopi dan pelengkap teman santai lainnya. Di antara 15 lapak yang buka, semuanya laris manis. 
 
Berdasarkan pantauan yang dilakukan pada Senin (6/11), muncul silang pendapat mengenai apa yang diunggulkan oleh wisata Jalan Anyar itu. Ada yang berpendapat Sunset yang jadi unggulan, ada juga yang berpendapat justru suasana sejuklah yang ditawarkan ke pengunjung. Lepas dari pendapat para pemuda sekitar yang berbeda, jalan beton warna putih yang membentang berliku, menjadi pemandangan yang khas.
 
Terlebih, di sekitar kiri beton yang putih terdapat hamparan hijau kebun teh Tambi, sehingga sangat cocok untuk berswa foto atau selfie. “Viewnya yang bagus. Disukai para pengunjung yang datang kesini. Apalagi para remaja yang sedang hits,” beber Yudi (38), pemuda setempat.
 
Mengenai suguhan sunset, kadang muncul sesekali. Hanya saja karena cuaca sore kerap mendung, sunset sangat jarang terlihat. Terlebih pada musim hujan begini. Namun beberapa terakhir ini, dari kebanyakan pengunjung mengaku merasa puas karena dari beberapa kali kunjungan, sempat menikmati sunset. “Sudah tiga kali kesini cuma nggak pernah dapat sunset. Akhirnya yang ke-empat ini dapat kesempatan lihat sunset. Sangat indah,” ungkap Kiki (25), pengunjung dari Adiwarno,  Selomerto.
 
Salah satu penjual jajanan, Suki (34) menyebut, setiap sore sedikitnya 700 sampai 800 pengunjung berwisata ke tempat itu. Jika pada hari libur atau akhir pekan, pengunjung wisata Jalan Anyar Blembem membludak bisa mencapai 1.000 sampai 1.500 orang. “Sekarang memasuki musim hujan pun masih tetap ramai. Beruntungnya beberapa hari terakhir ini terang, jadi lebih ramai lagi. Kalau pas rame sampai kewalahan ngelayanin pembeli,” ujarnya sambil tersenyum.

Pengunjung tidak ditarik tiket untuk menikmati suasana sore di objek tersebut. Untuk menuju lokasi, rata rata pengunjung lewat pertigaan pasar kentang yang bertempat di Dusun Binangun, Kelurahan Wringinanom, Kertek, karena jalannya bagus.

Penulis :
Editor   :