Pertamina dan BLK Cilacap Gelar Pelatihan Las Listrik 6 G


Program pelatihan las listrik 6G digelar Pertamina Cilacap bekerjasama dengan BLKI setempat. Foto. Dok. Pertamina Cilacap.

CILACAP, WAWASANCO- Pemberdayaan pemuda dengan membekali ketrampilan terhadap mereka terus digarap PT Pertamina Refinery Unit (RU) IV melalui pelatihan las listrik 6G.

Mereka adalah para pemuda perwakilan dari setiap kelurahan di eks distrik kota Cilacap berjumlah 32 orang dan semuanya telah dinyatakan lolos seleksi kesehatan. Pelatihan dengan menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Cilacap. 

 

Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina RU IV, Hatim Ilwan, menyebut, program ini merupakan kelanjutan dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang dirintis sejak tahun 2002. "Total sejak diluncurkan sudah terjaring 393 peserta yang telah dilatih kemampuan dan pengetahuannya untuk menjadi juru las yang handal," kata dia. 

 

Kegiatan berlangsung selama 3 bulan sesuai program Pemkab Cilacap, dengan tagline Bangga Mbangun Desa. "Kami Pertamina RU IV terus berupaya berkontribusi dalam memberdayakan pemuda Cilacap salah satunya melalui pelatihan las listrik 6G,” jelasnya.

 

Kepala BLKI Provinsi Jateng, Guntoro Sejati menyambut positif inisiasi program Pertamina yang sudah berlangsung belasan tahun. Program pelatihan las litrik 6G katanya sebagai wujud nyata Pertamina dalam mendukung peningkatan ekonomi melalui peningkatan kapasitas masyarakat di Kabupaten Cilacap. "Program ini harus dipertahankan dan ditingkatkan," ujar Guntoro. 

 

Bahkan katanya,  Gubernur Jawa Tengah telah menandatangani Memorandum Of Understanding (MOU) khusus tentang program magang. “Kalian termasuk yang beruntung bisa mengikuti pelatihan, maka manfaatkan peluang ini, ikuti pelatihan sampai tuntas nanti kalau sudah lulus punya sertifikat las 6G, kalian bisa ikut program magang ke Jepang,” himbaunya.

 

Sementara, Sutiknyo mewakili Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Cilacap berharap agar kerja sama dengan Pertamina RU IV Cilacap dalam program pelatihan untuk masyarakat ini dapat terus berlanjut. Menurutnya, saat ini industri makin berkembang dan membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan berkualitas. “Sertifikat 6G itu mahal, karena merupakan kualifikasi tertinggi sertifikasi juru las. Kami berharap peserta dapat menjadi juru las yang handal untuk memiliki sertifikat 6G sebagai kualifikasi tertinggi bagi Welder,” ujarnya.

 

Katanya, saat ini  masih ada tiga permasalahan ketenagakerjaan yang menjadi beban pemerintah yakni rendahnya kualitas pekerja, rendahnya upah tenaga kerja dan tingginya angka pengangguran ditambah dengan dampak pandemi Covid-19.

Penulis :
Editor   : edt