Terkait Beredarnya Rekaman Suara, Sekda Purbalingga Minta Maaf


Sekda Purbalingga Wahyu Kontardi saat menyampaikan permohonan maaf terkait rekaman pembicaraan yang beredar di media sosial, Jumat (25/9). (Foto :Ist)

PURBALINGGA, WAWASANCO- Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purbalingga Wahyu Kontardi meminta maaf terkait beredarnya rekaman suara terkait rumah dinas yang beredar di media sosial.  Wahyu mengatakan peralihan rumah dinas Sekda menjadi rumah dinas Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga sudah sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.  Dia menegaskan Tidak ada campur tangan dari siapapun.

" Hal ini berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2017 tentang hak keuangan dan administasi pimpinan dan anggota DPRD,  Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 tahun 2006 tentang standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintah daerah, dan peraturan daerah Nomor 16 tahun 2017 tentang hak keuangan dan administrasi pimpinan dan anggota DPRD," ungkapnya dalam keterangan pers kepada wartawan, di ruang kerjanya, Jumat (25/9).

Dalam pernyataan yang juga disampaikan secara tertulis, Sekda juga menyampaikan bahwa   berdasarkan esensi dari ketentuan tersebut Pemerintah Daerah menyediakan rumah jabatan dilengkapi perlengkapan dan perabot rumah tangga bagi pemangku jabatan diantaranya untuk pimpinan DPRD Purbalingga.  Terkait rekaman percakan melalui telepon,  dirinya dalam posisi pasif. Pihaknya hanya ditelepon dan tidak menginginkan menelepon. " Saya sungguh tidak menyadari kalau percakapan tersebut ternyata direkam dan disebarluaskan oleh pihak lain, " ujar dia. 

Beredarnya rekaman tersebut, menurut dia, menyebabkan Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga,  dan seluruh elemen masyarakat merasa tidak nyaman dan dirugikan.  " Atas kejadian tersebut saya selaku sekda atau kedinasan maupun sebagai pribadi menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada Ibu Bupati , Bapak ketua DPRD Kabupaten Purbalingga, dan kepada seluruh elemen atau  kelompok masyarakat Purbalingga yang merasa dirugikan, " tegasnya.

Wahyu mengatakan adanya rilis tersebut tidak ada polemik dan permasalahan sudah selesai.  Hal ini diharapkan seluruh elemen masyarakat Purbalingga menjadi tenang dan kembali sediakala. 

Wahyu juga menuturkan tidak ada masalah pribadi maupun kedinasan dengan Bupati dan ketua  Purbalingga,serta pihak lainnya.  Kekhilafan yang dialaminya merupakan ketidakstabilan emosi karena dalam kondisi sakit. " Saya sakit sejak beberapa bulan terakhir. Selanjutnya saya selaku Sekda dan  dewan pengurus Korpri Kabupaten Purbalingga mengajak kepada  seluruh ASN dan anggota Korpri  di lingkungan Kabupaten Pemerintah Kabupaten Purbalingga agar tidak terpengaruh adanya pemberitaan di media sosial terkait dengan isi rekaman percakapan yang disebarluaskan  dan isu-isu yang tidak bertanggung jawab, " tandasnya.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt