Proyek Duplikasi Jembatan Babrik, Progres Pekerjaan Alami Keterlambatan


Sejumlah pekerja tengah membuat sumuran untuk abutmen Jembatan Babrik. (Tri Budi Hartoyo)

MUNGKID, WAWASANCO- Progres pengerjaan struktur bawah duplikasi Jembatan Babrik di jalur Magelang - Purworejo mengalami keterlambatan. Pejabat Pembantu Teknik Kegiatan (PPTK) Barati Dinas Bina Marga Jateng, Sudanang, mengatakan, keterlambatan itu karena adanya kendala di lokasi.

Tanah yang akan dijadikan pondasi tidak dapat digali meski dengan menggunakan alat berat. "Bagian bawah tanah yang digali penuh batuan keras," katanya, Senin (28/09)

Terkait itu, Danang mengakui, sempat diadakan review design, disesuaikan dengan struktur lahan yang ada. "Namun sudah bisa dibreking," katanya.

Apakah keterlambatan itu tidak berpengaruh terhadap penyelesaian pekerjaan. "Harapan kami, pekerjaan dapat diselesaikan sesuai kontrak, akhir November 2020," katanya.

Saat ini, menurut Febi, petugas dari PT Soyuren Indonesia selaku pelaksana pekerjaan, di titik calon pondasi dibuat sumuran.

Seperti diberitakan, akibat pandrmi Covid-19, pembuatan duplikasi Jembatan Babrik tidak diselesaikan dalam satu tahun anggaran. Penyelesaian proyek sesuai direncanakan akan dibiayai dengan APBD Jateng 2021."Sesuai hasil refocusing, anggaran tinggal sekitar 20 persen yang diarahkan untuk pembangunan struktur bawah berupa dua abutment," kata Danang.

Pekerjaan proyek ditangani oleh PT Soyuren Indonesia sejak April lalu. Penyelesaian pekerjaan direncanakan akan dibiayai dengan APBD Jateng 2021.Jembatan baru di atas alur Kali Progo tersebut nanti dibuat dengan konstruksi beton. Panjang 50 meter dan lebar 9 meter dilengkapi trotoar di sisi kanan dan kiri. 

Penulis : tbh
Editor   : edt