Pelajar NU Ikuti Pelatihan Ketrampilan Perbengkelan


PURBALINGGA,WAWASANCO- Sedikitnya 20 orang pelajar NU yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Purbalingga mendapatkan pelatihan ketrampilan (skill) perbengkelan (otomotif) program Tenaga Kerja Mandiri dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI.

Pelatihan yang dilaksanakan kurang lebih selama tiga hari, Selasa - Rabu (13-15/18) dipusatkan di SMK Ma'arif Bukateja, yang beralamat di desa Majasari, kecamatan Bukateja. Pelatihan ini dilakukan untuk membekali para pelajar NU yang ada di Purbalingga agar bisa berwirausaha dibidang perbengkelan.

Ketua IPNU Purbalingga, Azis Aneko Putro, usai pelaksanaan pelatihan hari pertama, Senin (13/10), menuturkan,  kegiatan ini digelar untuk membekali sekaligus membentuk karakter pelajar NU berjiwa enterpreneur muda, berkarkter, religius dan melek teknologi. Sehingga diharapkan setelah pelatihan perbengkelan selesai, akan berkelanjutan dan menjawab tantangan potensi pengangguran yang terjadi di kalangan anak muda, terlebih adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terus terjadi di tengah pandemi Covid - 19, maka sudah seharusnya IPNU mengambil peran bersinergi mendorong pemuda mendapatkan kesempatan berwirausaha.

Azis mengungkapkan, pembekalan skill menjadi penting, karena melalui skill inilah orang - orang yang hidup di jaman serba canggih seperti sekarang ini dapat bertahan hidup sesuai perkembangan jaman dan segala perubahannya. Dengan memiliki bekal skill, dapat dimanfaatkan untuk berwirausaha. Meski pelatihan tenaga kerja mandiri baru pertama kali dilaksanakan IPNU Purbalingga, 

Azis berharap, kedepan IPNU Purbalingga dapat mengajukan kembali program tenaga kerja mandiri Kemenaker, tidak hanya di bidang perbengkelan namun bisa di bidang lainnya.

Azis juga menyebutkan, hal yang paling sering dialami ketika akan berwirausaha adalah permodalan. Mengetahui hal tersebut, IPNU Purbalingga menggandeng NUCare Upzis Lazisnu Purbalingga melalui program NU Preneur atau bantuan modal usaha yang dijalankan oleh Lazisnu Purbalingga. Azis menyebutkan, akan percuma jika setelah pelatihan perbengkelan tidak ada tindak lanjut, olehkarenanya, sebagai calon wirausaha peserta harus terus mendapaykan.pendampingan salah satunya permodalan.

Agus Musalim, Ketua NU Care Lazisnu Purbalingga, pada saat pembukaan acara pelatihan, Selasa (13/10), menyambut baik dan mengapresiasi apa yang dilakukan IPNU Purbalingga dalam ikut memberdayakan umat. Dirinya membenarkan, selain mengumpulkan zakat, infak dan sodaqoh (ZIZ), Lazisnu Purbalingga juga wajib mentasyarufkan dana ZIS yang terkumpul. Tidak hanya melalui NU Care atau pentasyarufan untuk kebutuhan masyarakat yang mendesak, NU Smart bantuan untuk pendidikan, dan NU Skill fasiltasi pelatihan ketrampilan, namun Lazisnu Purbalingga juga memiliki program NU Preneur, yakni memberikan bantuan permodalan.

Agus menjelaskan, jika Kementerian Tenaga Kerja memberikan pelatihan ketrampilan dan peralatan perbengkelan, maka Lazisnu Purbalingga memberikan bantuan modal untuk perlatan habis pakai seperti sperpart, oli, lampu dan lainnya senilai 20 juta untuk 20 peserta yang dibagi menjadi lima kelompok bengkel.

Agus juga berharap, dengan pembekalan ini akan bermunculan ara wirausaha baru di kalangan pelajar NU, terutama di kabupaten Purbalingga, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran, dengan demikian nantinya mampu dikembangkan dengan baik di tengah-tengah masyarakat.

"Kami sangat berharap pada akhirnya para peserta dapat meningkatkan usaha yang digelutinya.”imbuhnya.

Penulis : Joko Santoso , rls
Editor   : edt