25 Dosen dan Karyawan UMP Ikuti Swab Tes, Hasilnya Semua Negatif


Rektor UMP Dr Anjar Nugroho menjalani swab tes. (Foto :Dok)

PURWOKERTO, WAWASANCO- Sebanyak 25 Dosen dan Karyawan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah dinyatakan negative Covid-19 berdasarkan hasil swab test.

Tes usap tenggorokan dan rongga hidung dilakukan setelah sebelumnya dilakukan rapid yang juga hasilnya negative. 

“Hasil swab tes pada seluruh dekan, retor, dosen, dan karyawan sudah keluar dan dinyatakan semuanya negative,” ungkap Kepala Biro Humas dan Promosi UMP Ira Hapsari, Kamis (15/10). 

Ira mengatakan, UMP tetap konsisten memberikan pelayanan untuk penanganan COVID-19 karena pandemi yang disebabkan virus corona jenis baru tersebut belum mereda.

“Sejak pandemi COVID-19 merebak, UMP telah melakukan berbagai langkah untuk meringankan beban mahasiswa dan masyarakat sekitar, mulai dari membagikan ribuan paket sembako, hand sanitizer, menciptakan robot, menerjunkan sukarelawan untuk menangani COVID-19, dan sebagainya,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UMP Dr. Anjar Nugroho berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam penyebaran covid-19.

"Kami berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam mengendalikan penyebaran pandemi ini dengan apa pun yang dapat kami lakukan," tandasnya.

Rektor menambahkan pihaknya telah melakukan berbagai aksi secara cepat untuk dapat memberikan bantuan yang esensial guna membantu mereka yang terdampak.

"Selain memberikan beasiswa bagi mahasiswa terdampak pandemi COVID-19 juga pemberian bantuan logistik bagi mahasiswa yang tidak mudik dan donasi kepada kabupaten serta masyarakat umum terdampak COVID-19," katanya di Purwokerto.

Belum cukup sampai di situ, kata dia, kegiatan dalam rangka penanggulangan COVID-19 yang lain di antaranya pembuatan materi edukasi dalam beragam bentuk, bantuan wastafel portable, konsultasi daring oleh dokter yang menjadi dosen di UMP, membuka call center pelayanan COVID-19 untuk langkah preventif dan advis rujukan, serta membuat posko COVID-19 untuk layanan internal dan masyarakat sekitar.

“Kemudian pemberian bantuan alat pelindung diri (APD), pendampingan psikososial oleh Fakultas Psikologi UMP, pembentukan surelawan COVID-19 yang terdiri atas dosen, karyawan dan mahasiswa, pembentukan tim riset COVID-19, serta seminar daring tentang COVID-19 dalam tinjauan kesehatan, ekonomi, dan psikologi,” pungkasnya. 

Penulis : rls
Editor   : edt