Tim Undip Beri Pendampingan Masyarakat Pesisir Desa Sendang Sikucing 


PENDAMPINGAN : Tim pengabdian masyarakat Undip, melalui progam IBDU yang diketuai Edy Yusuf, saat melakukan pendampingan di Desa Sendang Sikucing, Kendal, kemarin. Foto dok

KENDAL, WAWASANCO - Desa Sendang Sikucing Kabupaten Kendal, merupakan salah satu desa pesisir, dengan profesi masyarakat sebagai nelayan dan sebagian lainnya, menjadi petani. 

Hal ini memungkinkan, karena potensi pertanian dan perikanan di wilayah pesisir cukup besar. Namun di sisi lain, masyarakat sekitar juga masih mengalami kendala, dalam pengembangan kedua potensi tersebut.

Latar belakang tersebut mendorong tim Iptek Bagi Desa Binaan Undip (IDBU), yang merupakan skema kegiatan pengabdian masyarakat, membantu menggali potensi yang ada di Desa Sendang Sikucing.

"Salah satu kendala yang dihadapi, khususnya bagi nelayan di wilayah tersebut, terkait pengolahan ikan hasil tangkapan. Selama ini, ikan hasil yang belum terjual hanya disimpan dalam kondisi mentah, padahal penyimpanannya cukup lama sehingga kualitas ikan menurun. Akibatnya harga jual rendah dan nelayan merugi," terang Ketua Tim IDBU, Edy Yusuf.

Mengatasi persoalan tersebut, Edy Yusuf bersama tim, memperkenalkan teknologi tepat guna, berupa alat pengasapan cair. Tujuannya, dengan alat tersebut dapat mengawetkan ikan tangkapan atau hasil laut lainnya, sehingga memiliki umur simpan yang lebih lama.

"Tidak hanya itu, dengan teknologi asap cair ini, kualitas ikan juga tidak menurun, bahkan mampu meningkatkan nilai jual ikan asap yang dihasilkan," terangnya. 

Ditandaskan, penggunaaan alat asap cair tersebut, menjadi solusi inovatif terkait masalah penyimpanan serta pengawetan hasil laut, yang selama ini menjadi kendala bagi para nelayan desa Sendang Sikucing.

Anggota tim IDBU Undip, Darwanto menambahkan, teknologi tepat guna yang berupa alat asap cair tersebut, juga dapat digunakan untuk membantu petani dalam pembuatan pestisida organik. 

"Pestisida organik tersebut, dapat dibuat dari sekam padi , yang selama ini juga belum dimanfaatkan secara optimal. Cara pembuatannya pun relatif mudah, sekam padi diolah dengan alat asap cair, hingga berubah menjadi cairan yang dapat digunakan sebagai pestisida," terangnya.

Pestisida cair dari sekam padi tersebut, dapat dimanfaatkan untuk membasmi hama pada tanaman. "Jadi  alat asap cair ini, tidak hanya bermanfaat bagi nelayan, tetapi petani pun juga dapat merasakan manfaatnya. Harapannya, dengan bisa membuat pestisida sendiri, para petani tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli pestisida,” tambah Darwanto.  

Ditandaskan, dengan adanya kegiatan pendampingan dari tim pengabdian masyarakat Undip yang diketuai Edy Yusuf tersebut, dapat menggerakan masyarakat agar dapat menerapkan hasil diskusi dan pendampingan di wilayah pesisir Desa Sendang Sikucing.

 

Penulis : arr
Editor   : edt