Antisipasi Kemacetan, Pemkab Kendal Akan Bangun Fly Over


KENDAL, WAWASANCO- Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, Pemerintah Kabupaten Kendal rencananya akan membangun jembatan penghubung atau jembatan layang (fly over) di Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Pelabuhan Kendal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPURR) Kabupaten Kendal, Sugiono mengatakan, rencana pembangunan nantinya ada dua titik fly over, masih dalam Feasibility Study atau studi kelayakan.

"Kira- kira layak atau tidak, pembangunan flyover disana. Makanya kemarin Dishub mengundang kami dan Polres, untuk akan menganalisis kelayakan dari rencana pembangunan fly over di Jalan akses KIK dan Pelabuhan Kendal," terang Sugiono di ruang kerjanya, Kamis (15/10).

Menurutnya, yang juga perlu ditinjau adalah fungsi dari jalan arteri, baik dari segi lalu lintas, fungsi dan ekonomi jalan raya.

Dikatakan, pelabuhan Kendal yang nantinya akan disinggahi oleh kapal – kapal besar, sehingga mempunyai lalu lintas keluar masuk truk ekspedisi yang tinggi, sehingga dapat membuat kemacetan di jalan sekitarnya.

Disinilah menurut Sugiono, fungsi jalan arteri diperlukan. Karena arteri mempunyai fungsi mengantarkan arus lalu lintas antar daerah, antar pro vinsi yang memiliki kecepatan tinggi. Minimal 80 km/jam dan diatas 100 km/jam.

"Jadi seharusnya di arteri tidak boleh ada arus lambat atau jalur yang memotong jalan arteri. Apalagi seperti arteri Kaliwungu. Baik dari bengkel atau dari rumah makan dan lainnya bebas keluar masuk arteri," jelas Sugiono.

Lebih jauh ditambahkan, sebentar lagi sudah ada jalur tol Semarang-Demak dan Semarang sampai KIK. Kemudian ada tol laut yang menghubungkan masing-masing pelabuhan.

 

Inilah yang menjadi salah satu alasan, rencana pembangunan fly over di dua titik tersebut.

"Disamping itu, pembangunan dua titik fly over, untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas KIK, yang rencananya nanti ada ratusan pabrik dibangun di sana ini butuh layanan jalur. Terutama saat masuk jam kerja dan pulang kerja," terang Sugiono.

Hal ini yang dinilai akan membuat krodit arus lalu lintas terutama di dua titik jalan keluar masuk. Yakni jalur keluar masuk pelabuhan dan jalur keluar masuk KIK.

"Apalagi nantinya ada tol laut, dari Demak ke Semarang ke Kendal melalui tol laut akan masuk ke jalur pelabuhan Semarang kemudian Pelabuhan Kendal. Nah itulah yang dibahas dalam pertemuan kemarin," jelasnya.

Sugiono juga mengaku, arteri yang ada sekarang, dengan adanya flyvover di Mororejo Kaliwungu, seharusnya juga dibuatkan jalur lambat seperti ring road Jogja. 

 

Karena secara fungsi jalan itu dibagi menjadi beberapa bagian, yakni jalan arteri, jalan kolektor, jalan lokal, dan jalan lingkungan.

"Jalan arteri sendiri dibagi dalam dua bagian, yaitu arteri Primer, yang merupakan jalan dengan peranan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk pengembangan semua wilayah di tingkat nasional.

Kemudian Sekunder, yang disusun berdasarkan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota dan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk masyarakat di dalam kawasan perkotaan yang menghubungkan secara menerus," terang Sugiono.

Dijelaskan, arteri Kaliwungu adalah primer, mestinya tidak boleh diganggu oleh ada keluar masuk jalan. Kecuali kalau jalan lama (jalan kota Kaliwungu).

"Kemarin pihak konsultan sempat menanyakan, arteri Kaliwungu mau dijadikan untuk pengembangan wilayah, atau tetap sebagai arteri. Saya jawab, tetap sebagai jalan arteri," ungkap Sugiono.

Nah untuk yang masuk Kaliwungu, lanjutnya, adalah arteri bukan primer lagi, karena kanan kirinya sudah ada toko, pasar dan sebagainya.

Sugiono juga mengaku, mestinya di jalan kota Kaliwungu sudah harus ada fly over. Naiknya dari sebelum pasar pagi (depan Kecamatan Kaliwungu), kemudian turunnya di sekitar Kalibendo.

"Daerah daerah lain yang jalur melewati pasar sudah banyak yang dibangun fly over untuk mengurangi kepadatan. Contohnya di Cirebon," ujarnya.

Saat ditanya kapan pelaksanaan rencana pembangunan fly over ini setelah selesai dikaji dan diusulkan, Sugiono mengaku hal tersebut adalah kewenangan dari pemerintah pusat.

"Rapat kemarin itu digelar oleh Dishub Kendal hanya membicarakan teknis saja, karena dinilai sudah mendesak. Soal penganggaran bukan menjadi ranah kami," pungkasnya.

Penulis : Hanief
Editor   : edt