Lunas PBB P2, Muryati Kasiman Peroleh Daihatsu Sigra


Bupati HM Natsir secara simbolis menyerahkan hadiah utama pelunasan PBB P2 tahun 2020 yakni Daihatsu Sigra kepada Camat Wonosalam Sri Utami, mewakil warganya. Foto : sari jati

DEMAK , WAWASANCO- Berkat kepatuhan melunasi Pajak Bumi Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB P2) sebelum jatuh tempo pada 30 September, Muryati Kasiman warga Desa Kerangkulon Kecamatan Wonosalam berhasil mendapatkan hadiah utama Daihatsu Sigra, Selasa (20/10). Sementara hadiah kedua berupa  tiket umroh senilai Rp 20 juta diberikan kepada Sukardin/Kuntari Sidomulyo Dempet.

Pada pengundian hadiah pelunasan PBB P2 tahun 2020, Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Demak H Suhasbukit menuturkan, pemberian hadiah bagi wajib pajak.(WP) PBB P2 selain sebagai bentuk apresiasi sekaligus stimulan agar masyarakat semakin taat pajak dan terpacu segera melunasi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT)-nya. 

Maka selain WP perorangan, penghargaan juga diberikan kepada kecamatan dengan perolehan pajak terbesar dan lunas awal. Di samping perusahaan dengan kontribusi pajak terbesar. 

Ditetapkan sebagai kecamatan lunas PBB P2 hingga 30 September adalah Kecamatan Mijen (99,89%) dengan besaran penerimaan pajak Rp 4,823 miliar. Selain itu Kecamatan Kebonagung (99,83%) dengan penerimaan pajak sebesar Rp 5,964 miliar, serta Kecamatan Karanganyar (99,06%) dengan nominal penerimaan Rp 3,700 miliar juga Guntur (98,4%) dengan penerimaan sejumlah Rp 3,166 miliar.

"Sedangkan kecamatan dengan penerimaan terbesar adalah Wonosalam Rp 8,094 miliar dan Demak Rp 7,638 miliar," ujarnya, didampingi Kabid Pendapatan Agustin Eka Safitri.

Berkat kesadaran WP dalam pelunasan PBB P2, dari tahun ke tahun kontribusi PBB-P2 untuk PAD meningkat. Jika pada 2013 tercatat target pemasukan dari PBB-P2 Rp 14,5 miliar denhan realisaai 129 persen atau Rp 18,768 miliar, pada 2014 dari target Rp 18,5 miliar berhasil realisasi Rp 21,389 miliar (116 persen). 

Pada 2015 dari target Rp 28 miliar terealisasi Rp 31,653 miliar (113 persen). Sementara pada  2016 dari target Rp 32 miliar terealisasi Rp 34,175 miliar (107 persen). Selanjutnya pada 2017 dari target Rp 44,5 miliar, terealisasi 107 persen atau Rp 47,655 miliar.

Sedangkan  pada 2018 dari target Rp 47,7 miliar berhasil terealisaai Rp 59,989 miliar atau naik 107 persen. Sementara pada 2019 ada kenaikan 107 persen juga dari semula Rp 65 miliar memjadi Rp 68,496 persen. 

Mengenai pelunasan PBB P2, Bupati HM Natsir mengatakan di akhir masa kepemimpinannya bersama Wabup H Joko Sutanto, upaya pembangunan daerah berikut peningkatan kesejahteraan rakyat intensif digenjot. Termasuk menekan angka kemiskinan, yang pada tahun kelima atau akhir masa jabatan ditarget turun dari 11,86 persen pada 2019 menjadi 8,6 persen pada 2021. 

Maka itu semua lini digerakkan, termasuk menggali potensi PAD untuk mendukung pembangunan. Sejauh ini sektor pajak masih menjadi andalan, salah satunya Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan Pedesaan (PBB-P2). Di samping optimalisasi penarikan retribusi daerah.

Penulis : ssj
Editor   : edt