Mensos) Juliari P. Batubara mencermati produk-produk hasil karya penyandang disabilitas intelektual. (Humas BBRSPDI Kartini Temanggung)
TEMANGGUNG, WAWASANCO- Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara sangat mengapresiasi kinerja seluruh pegawai Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini Temanggung dalam melaksanakan pendampingan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas intelektual.
Hari itu, setelah kunjungan kerja di wilayah Semarang, mensos hadir di Balai Besar Kartini untuk melihat langsung proses rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas intelektual.
Di sini, mensos berkesempatan melihat produk-produk hasil karya penyandang disabilitas intelektual berupa batik ciprat, produk kerajinan tangan berupa tas, aksesoris lainnya. Batik ciprat yang dipamerkan produksi Sheltered Workshop Peduli (SWP) Giri Kasih Kabupaten Kulon Progo, Dadi Mulya Kabupaten Banjarnegara, Karya Barokah Kabupaten Wonogiri.
"SWP ini merupakan sentra produksi yang memberdayakan penyandang disabilitas dalam kegiatan ekonomi. SWP adalah salah satu layanan ATENSI berbasis komunitas. Sebagai bentuk apresiasi dan dukungannya Menteri Sosial memborong kain batik ciprat buatan penyandang disabilitas intelektual untuk dibawa ke Jakarta," kata Nurul, Humas BBRSPDI Kartini Temanggung, Kamis (05/11/2020).
Mensos bahkan mencoba beberapa alat okupasi seperti Peg Board Warna, Kotak Misteri, Holahop, Wooden Rings Colour, Papan Alur Kognitif. Alat alat itu dipakai untuk melatih motorik halus, menstimulasi kemampuan persepsi dan kognisi, koordinasi mata dan tangan serta problem solving. Hal ini di maksudkan untuk membantu individu dengan masalah fisik, mental dan atau sosial melalui aktifitas yg bermakna dan bertujuan.
Di akhir kunjungan, mensos berpesan kepada seluruh pegawai untuk terus melanjutkan dedikasinya dalam memberikan layanan bagi penyandang disabilitas. "Bekerjalah dengan hati untuk kemanusiaan," tandas mensos.
Sementara itu, Direktur Jendral Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat yang hadir dalam kegiatan peningkatan kapasitas SDM Balai Besar Kartini, mendorong balai-balai rehabilitasi sosial yang ada di daerah untuk dapat berkontribusi melalui aspek-aspek pelayanan sosial dengan optimalisasi pelaksanaan kegiatan Asistensi.
Harry juga mengatakan, saat ini, di mana layanan Atensi berbasis residensial atau layanan dalam balai bagi penyandang disabilitas belum bisa dilaksanakan maksimal maka layanan Atensi berbasis keluarga dan komunitas yang harus lebih banyak dilaksanaan.
"Balai harus lebih proaktif tidak hanya menunggu rujukan dari masyarakat, maksimalkan SDM yang ada untuk melaksanakan Atensi bagi masyarakat khususnya penyandang disabilitas," pesan Harry.
Dia mengingatkan, saat situasi pandemi ini diperlukan adaptasi dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Kewaspadaan serta pelaksanaan protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan guna mencegah penularan Covid-19, termasuk dalam melaksanakan pelayanan sosial bagi masyarakat.
Penulis : tbh
Editor : edt