Pasar Legi Solo Kembali Dibangun


Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo tengah melakukan peletakan batu pertama pembangunan rehabilitasi Pasar Legi pada Jumat (20/11). (Bagus Adji W).

SOLO, WAWASANCO-Pasar Legi Solo dibangun kembali pasca peristiwa kebakaran pada Oktober 2018. Kepastian ini muncul, menyusul dilaksanakannya peletakan batu pertama pembangunan rehabilitasi Pasar Legi oleh Walikota Surakarta  FX Hadi Rudyatmo di halaman bekas kebakaran pada Jumat (20/11)

 

Pada acara  yang diikuti diikuti Wakil Walikota Ahmad Purnomo, Sekda Ahyani dan para anggota Forkopimda Surakarta, Walikota FX Hadi Rudyatmo dalam sambutannya menyambut baik dimulainya rehabilitasi Pasar Legi oleh kontraktor PT Pembangunan Perumahan ( PP ) Urban dengan 13 bulan pengerjaan sehingga akhir 2021 bangunan pasar siap ditempati. 

Rehabilitasi Pasar Legi sebagai pasar induk hasil bumi di Surakarta, merupakan upaya semaksimal mungkin Pemerintah Kota setempat dalam membantu para masyarakat selaku pedagang di Pasar Legi yang telah menunggu cukup lama kepastian pembangunan kembali tempat berdagang.

Anggaran dari Pemerintah Pusat untuk merehabilitasi Pasar Legi akhirnya turun berkat kerja keras semua pihak khususnya Pemkot Surakarta. Anggaran yang turun sempat terhambat lantaran adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid 19. “Saya berharap pembangunan Pasar Legi tepat waktu, tepat mutu dan tidak ada yang mengganggu. Pemkot Surakarta berkomitmen semua kios pasar gratis tidak ada yang membayar. Dan pesan saya, nantinya apabila bangunan baru sudah jadi dirawat dan jangan sampai kebakaran lagi,” tandas walikota Surakarta.

 

Masih dalam kesempatan sama Direktur Balai Pasarana Dan Permukiman Wilayah Jawa Tengah Cakranegara mengatakan, Pemerintah Pusat segera mengucurkan dana usai refocusing anggaran supaya pasar bisa segera dibangun sehingga masyarakat bisa kembali berdagang. “Kami segera menindaklanjuti dengan kepastian rehabilitasi Pasar Legi dengan ground breaking pada hari ini. Diharaplan  pembangunan lancar sampai akhirnya bisa kembali dipakai,” terangnya .

 

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Pemkot Surakarta Heru Sunardi dalam keterangannya menambahkan, pasar akan dibangun 2,5 lantai di lahan seluas 20 ribu meter persegi. Dari lahan seluas disebut terakhir, hanya sekitar 10.800 meter persegi yang digunakan untuk bangunan. Sisanya berupa lahan terbuka. “Ada perubahan dari desain awal. Untuk mendukung protokol kesehatan maka ditiap pintu masuk lantai akan dibuatkan tempat cuci tangan permanen. Hal itu untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat dan mencegah penularan Covid-19,” ungkapnya.

 

Secara terpisah dari Humas Pemkot Surakarta diperoleh keterangan, Pasar Legi Surakarta oleh Mangkunegara I atau Raden Mas  Said serta merupakan pasar induk bersejarah di kota setempat. Awalnya berupa los sederhana, pada 1936 dibangun permanen oleh Mangkunegara VII dan 1992 direnovasi seperti bangunan pasar tradisonal modern. Namun pada 29 Oktober 2018, pasar yang menjadi jujugan jual beli hasil bumi skala besar di eks karisidenan Surakarta, terbakar akibat arus pendek listrik di kios lantai dua mengakibatkan 250 kios habis terbakar.

Penulis : baaw
Editor   : edt