Usai debat publik calon bupati - wakil bupati Purbalingga 2020 beredar Hoax terkait data hasil skor di media sosial (Medsos). Dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga tidak pernah bekerja sama dengan pihak manapun untuk menilai debat, apalagi memberikan scor penilaian.
"Jadi skor nilai yang beredar di media sosial dan media lainnya adalah berita bohong," kata Divisi Parmas, SDM & Kampanye KPU Purbalingga, Andri Supriyanto, Jumat (27/11) dalam keterangan persnya.
Selanjutnya andri meminta kepada masyarakat untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan meski beda pilihan.
Berita hoax pada umumnya terjadi ketika ada kontestasi politik, baik lokal maupun nasional. Karenanya saring dulu kebenaran berita sebelum membaginya kepada orang lain.
"Debat secara umum berjalan lancar. Bila ada kendala teknis dari pihak TV, kami mohon maaf. Meskipun persiapan sudah di lakukan secara maksimal," ujarnya.
Debat yang kami sajikan, ada pemaparan visi-misi, dan program dalam menanggulangi covid-19, serta program kerja para Paslon.
Semoga mampu membawa pencerahan bagi masyarakat Purbalingga untuk memilih calon sesuai dengan pilihan masing-masing.
KPU Purbalingga dalam melaksanakan debat publik telah menjalankan regulasi yang ada.
Dimana pelaksanaan debat dihadiri oleh Paslon, KPU 5 orang, Bawaslu 2 orang, dan tim kampanye 4 orang.
"KPU juga memberi teguran bagi tim kampanye yang melebihi jumlah tersebut, dan mereka kemudian menaatinya sesuai aturan yang ada," jelasnya.
Penulis : rls
Editor : edt