Permadani Gelar Musyawarah Besar ke-VIII


SEMARANG, WAWASANCO - Masa bakti Dewan Pengurus Pusat Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) periode 2015-2020 segera berakhir. Merujuk kepada Anggaran Dasar dan Anggatan Rumah Tangga organisasi, maka musyawarah besar yang merupakan forum pemegang kekuasaan tertinggi dalam organisasi Permadani tingkat nasional, wajib diselenggarakan. 

"Forum ini merupakan wahana untuk melaporkan pertanggungiawaban kepengurusan lama, sekaligus melaksanakan pemilihan kepengurusan baru. Untuk kepentingan tersebut perlu diselenggarakan Musyawarah Besar VIII Permadani," papar Dewan Pengurus Pusat (DPP) Permadani 2020, sekaligus Ketua Panitia Mubes, Antonius Suparyatun, disela Musyawarah Besar (Mubes) VIII Permadani di Semarang, Minggu (29/11/2020).

Dipaparkan, Musyawarah Besar VIII Permadani ini diselenggarakan untuk menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan keberadaan organisasi yang telah dibentuk sejak tanggal 4 Juli 1984. 

"Pada dasarnya, berbagai kepentingan organisasi, mulai dari mengakomdasi seluruh kepentingan komponen, kaderisasi, dan perumusan-perumusan kebijakan strategis organisasi untuk menjawab berbagai tantangan dan permasalahan, baik yang sudah terjadi maupun pandangan-pandangan yang akan direncanakan dimasa-masa mendatang. Dengan demikian, hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama dan permasalahan, yang timbul di berbagai daerah dapat dibicarakan dalam suasana persaudaraan dan kekeluargaan," tambahnya.

Dijelaskan, mengingat saat ini masih pandemi Covid-19, Musyawarah Besar VIII Permadani diselenggarakan dalam rangkaian yang berbeda. 

"Musyawarah VIII Permadani tahun 2020 ini diselenggarakan khusus, untuk menerima laporan pertanggungiawaban kepengurusan lama dan memilih kepengurusan baru, dengan tetap memperhatikan tradisi organisasi yang menjunjung tinggi semangat petsaudaraan, kekeluargaan, dan keberlanjutan program organisasi," tandasnya.

Lebih jauh dipaparkan, Permadani didirikan juga sebagai bentuk keprihatinan karena gencarnya budaya asing yang masuk. "Kami ingin membantu masyarakat membentengi hal itu, agar gerenasi muda tetap mengenal budaya Indonesia dan mencintai apa yang ada di Tanah air mereka,''ungkapnya.

Diungkapkan, bahasa daerah menjadi sorotan utama dalam pelestarian budaya Indonesia. Melalui bahasa terlebih dulu, generasi muda akan mengenal budaya mereka sendiri. "Hal ini juga jadi semangat Permadani, sebagai organisasi masyarakat budaya untuk mengembangkan pelestarian budaya dari akar rumput,'' kata Antonius.

Sekretaris Umum DPP Permadani periode 2015-2020, Drs Suyitno Yoga P MPd, menambahkan kegiatan tersebut diselenggarakan berdasarkan Anggaran Dasar Permadani Bab VI Pasal 19 Struktur Organisasi, Pasal 20 tentang F orum Organisasi, dan Bab VII Pasal 22 tentang Kepengurusan, serta Anggaran Rumah Tangga Bab IV Pasal I7 tentang Pembentukan Pengurus dan Pasal 18 tentang Masa Jabatan Pengurus, hingga Keputusan Rapat Pembentukan Panitia Mubes VIII Permadani tahun 2020.

Dijelaskan, terkait Mubes VIII Permadani 2020, juga dilakukan sebagai semangat melestarikan budaya Indonesia. Sebab Permadani, dikatakan Suyitno, tidak hanya di Jawa saja tetapi kini sudah merambah ke Jambi.

''Mubes ini merupakan agenda rutin tiap lima tahun sekali. Di kondisi pandemi Covid-19 ini  periode kepengurusan 2015-2020 sudah habis, maka kami sepakat menggelar Mubes VII Permadani 2020 dengan protokol kesehatan yang ketat di akhir tahun ini. Satu di antara beberapa hal yang dibahas yakni pemilihan ketua umum baru,'' pungkasnya.

 

Penulis : arr
Editor   : edt